IPO, Produsen Biskuit Ini Tawarkan Saham Rp 360

Zulfi Suhendra - detikFinance
Rabu, 01 Des 2021 18:28 WIB
PT Bumi Sepong Damai Tbk (BSDE), membuka bursa perdagangan IDX di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/06/2016).
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

PT Jaya Swarasa Agung Tbk atau Tays Bakers (TAYS), pertama kalinya menjual saham ke publik alias initial public offering (IPO). Alasan produsen makanan ringan ini pede untuk IPO adalah karena telah mencapai kapasitas produksi maksimal, sementara permintaan pasar terus meningkat.

Total saham yang ditawarkan kepada publik adalah sebanyak 240.300.000 (dua ratus empat puluh juta tiga ratus ribu) saham baru yang merupakan Saham Biasa Atas Nama. Jumlah ini setara dengan 21,87% dari modal disetor oleh perusahaan setelah IPO. Harga yang ditawarkan adalah sebesar Rp360,- (tiga ratus enam puluh Rupiah) per lembar saham, sehingga Perseroan mendapatkan dana dari IPO sebanyak Rp86.508.000.000,-.

"Dana yang diperoleh dari hasil IPO ini Sebagian besar akan kami gunakan untuk belanja modal perusahaan dengan rincian 53,69% untuk pembangunan pabrik baru, 38,29% untuk pembelian dan instalasi mesin-mesin produksi, dan sisanya sebesar 8,02% untuk keperluan modal kerja," papar Alexander Anwar, CEO PT Jaya Swarasa Agung Tbk dalam keterangannya, Rabu (1/12/2021).

Direktur Investment Banking NH Korindo Sekuritas Indonesia, Amir Suhendro Samirin mengatakan, Perseroan telah memperoleh efektif OJK pada tanggal 26 November 2021 dan akan melaksanakan penawaran umum pada tanggal 30 November hingga 2 Desember 2021 serta akan mencatatkan diri pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 6 Desember 2021.

"Melihat antusiasme yang diperoleh pada masa Bookbuilding lalu, kami memiliki keyakinan bahwa proses penawaran umum perdana saham Perseroan akan diminati oleh para pelaku pasar melihat juga industri Perseroan adalah industri yang sangat menarik," katanya.

Sementara itu, Market Analyst NH Korindo Sekuritas Indonesia Dimas Pratama mengatakan, melihat prospek industri makanan ringan saat ini, Tays Bakers memiliki prospek peningkatan pasar yang cukup besar, terutama untuk kategori produk biskuit dengan merek TRICKS Potato Crisps yang pasarnya masih terus berkembang.

"Jika didukung oleh investasi yang tepat bagi produk-produk lainnya, maka Tays Bakers berpeluang untuk tumbuh lebih besar lagi," tuturnya.

Menanggapi hal ini, Alexander Anwar menjelaskan bahwa Tays Bakers memiliki rencana untuk pembangunan pabrik dan penambahan kapasitas mesin yang memungkinkan perusahaan untuk berinovasi dengan produk baru di kategori makanan ringan yang sehat dan baik dikonsumsi bagi masyarakat, termasuk juga bagi kalangan dengan kebutuhan nutrisi khusus seperti vegetarian, gluten free, low sugar ataupun kalangan umum dengan health awareness yang tinggi.

"Kami melihat perkembangan pasar healthy snacks sangat pesat, baik di Indonesia maupun manca negara. Tentunya semua inovasi snack baru ini tetap harus memiliki citarasa yang enak sesuai motto kami 'Tays Bakers - Tastes Better'", tutur Alexander.

Didirikan pada tahun 1998, Tays Bakers memulai usahanya dengan 1-line produksi wafer stick dengan merek dagang Nitchi. Kini, perusahaan telah memiliki empat kategori produk yaitu Biscuit & Crackers, Rolled Wafer, Extruded Puff Snack dan Confectionary dengan Berbagai merek dagang, termasuk Tricks, Tiles, Nitchi, dan Wasuka. Produk Tays Bakers telah diekspor ke mancanegara, seperti ASEAN, China, Taiwan, Korea, Australia, Timur Tengah, hingga Amerika Serikat.



Simak Video "Serba-serbi IPO GoTo yang Perlu Diketahui"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/dna)