Perusahaan Peternakan Mau IPO, Intip Dulu Aksi Korporasinya

ADVERTISEMENT

Perusahaan Peternakan Mau IPO, Intip Dulu Aksi Korporasinya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 01 Des 2021 21:30 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

PT Widodo Makmur Perkasa (WMP) secara resmi menandatangani MoU bersama dengan Angkit Agro Technology dan Dompet Dhuafa sebagai mitra strategis perusahaan dalam pengembangan digitalisasi sektor peternakan dan pertanian berbasis pemberdayaan masyarakat.

Melalui kerja sama ini, WMP akan melaksanakan kegiatan produksi sektor peternakan dan pertanian berbasis program pemberdayaan masyarakat dengan menjadi koordinator terhadap mitra peternak dan petani yang telah tergabung di bawah program pembinaan dan pengembangan WMP.

Sementara itu, Angkit Agro Technology akan menyediakan platform funding campaign yang menghimpun berbagai funding partners untuk terlibat dalam program agribisnis dan menyediakan layanan monitoring berbasis teknologi. Hal ini akan memudahkan proses digitalisasi sektor peternakan dan pertanian, serta peningkatan kapasitas dan kapabilitas pengawasan baik bagi WMP maupun bagi para Investor.

Terakhir, Dompet Dhuafa akan berperan untuk menyalurkan bantuan permodalan berbentuk wakaf produktif yang dibutuhkan untuk melaksanakan program ini sebagai bentuk pemberdayaan bagi mitra peternak dan petani binaan.

"Kami sangat menyambut baik kesempatan untuk berkolaborasi bersama Angkit Agro Technology serta Dompet Dhuafa ini. Langkah ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami terhadap visi dalam mengorkestrasi industri pangan di Indonesia, khususnya bagi para pelaku industri peternakan serta pertanian muda di Indonesia yang telah bergabung dalam program pembinaan kami. Selanjutnya kami berharap bahwa kolaborasi ini selain membawa dampak positif bagi para pelaku industri, juga dapat menjadi cikal bakal kebangkitan Indonesia sebagai kekuatan pangan dunia," kata CEO WMP Tumiyana dalam keterangan tertulis, Rabu (1/12/2021).

Adanya kolaborasi ini diharapkan terjadinya peningkatan pemberdayaan para pelaku industri peternakan dan pertanian di Indonesia. Serta, dapat menjadi proyek percontohan kolaborasi korporasi, perusahaan teknologi, hingga lembaga non profit.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT