Erick Thohir Dicecar DPR soal Rencana BUMN yang Mau IPO-Rights Issue

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 02 Des 2021 13:48 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Kamis (18/03/2021). Rapat tersebut membahas pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro.
Foto: Rengga Sencaya
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir hari ini menghadiri rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI. Rapat ini membahas terkait rencana initial public offering (IPO) dan rights issue sejumlah BUMN.

Para anggota DPR mencecar Erick dengan berbagai pertanyaan terkait rencana IPO. Misalnya anggota Komisi VI DPR RI Jon Erizal mengungkapkan jika BUMN akan melakukan IPO maka dana yang didapatkan harus bisa direalisasikan secepat mungkin.

Dia mencontohkan BRI yang berhasil meraup dana segar puluhan triliun dari rights issue. "Nah saya mohon ini direalisasikan segera, jangan sampai lama-lama numpuk di SBN," kata dia di komisi VI DPR RI, Kamis (2/11/2021).

Kemudian anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam mengungkapkan IPO merupakan salah satu cara yang baik untuk mendapatkan pendanaan dengan imbal hasil yang rendah. "Tentu ini sehat untuk BUMN. Harapan kami jangan sampai ada oligarki di dalamnya, jangan sampai ada orang yang hanya mencari keuntungan sesaat," jelas dia.

Selanjutnya anggota Komisi VI Nusron Wahid meminta Erick untuk melakukan evaluasi pada perusahaan BUMN yang sudah melantai di bursa efek. Hal ini supaya kejadian IPO Mitratel tak terulang.

"Kita tahu, salah satu penyebab kurang moncernya IPO Mitratel adalah karena over optimisme, over confidence. Pak Tiko harus bertanggungjawab ini," jelas dia. Karena itu dibutuhkan evaluasi menyeluruh.

Simak juga video 'Tjahjo Kumolo Ingin Bangun ASN Merdeka yang Bisa Pindah ke BUMN-Swasta':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/ara)