AC Ventures Tutup Pendanaan Rp 3 Triliun

Siti Fatimah - detikFinance
Kamis, 02 Des 2021 18:14 WIB
Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/11/2016). IHSG ditutup meroket hingga 1,57%.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Perusahaan modal ventura, AC Ventures (ACV) yang berbasis di Indonesia menutup dana kelolaan ketiganya dengan total nilai mencapai US$205 juta atau setara dengan Rp3 triliun dalam committed capital. Perolehan ini menjadikan total Asset Under Management (AUM) mencapai $380 juta untuk seluruh dana kelolaannya.

Fund tersebut mengalami kelebihan permintaan, dengan beberapa limited partner (LP) institusional global dan regional ternama tergabung ke jajaran investor, mulai dari International Finance Gorup (IFC) milik Bank Dunia dan Disrupt AD yang merupakan lengan ventura dari Abu Dhabi Developmental Holdings.

Founding Partner AC Ventures, Pandu Sjahrir mengatakan, Indonesia memiliki peluang ekonomi yang menjanjikan dengan perkembangan ekonomi digital yang kian pesat. Pandemi Covid-19 yang terjadi hampir 2 tahun terakhir turut berperan dalam mengakselerasi adopsi dan konsumsi digital di berbagai segmen bisnis di seluruh Indonesia.

"Ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi kesulitan ini tidak hanya memberi peluang besar bagi sektor internet untuk pulih, melainkan juga membuka kesempatan exit yang semakin menjanjikan seiring dengan meningkatnya jumlah perusahaan teknologi raksasa regional yang go public (IPO)," terang Pandu di Jakarta, Kamis (2/12/2021).

Dana Kelolaan III telah aktif diinvestasikan sejak penutupan pertamanya pada Maret 2020. Dana ini hingga kini telah diinvestasikan ke 30 pendanaan perusahaan rintisan (startup), dari 35 yang ditargetkan. ACV menargetkan untuk bisa menyalurkan pendanaan mencapai lebih dari US$ 100 juta hingga akhir 2021.

Beberapa dari perusahaan yang diinvestasikan selama tahap pra-Seri A tersebut telah berkembang pesat di tengah kondisi pandemi Covid-19. Perusahaan-perusahaan ini telah membantu konsumen dan bisnis bertahan di tengah periode yang penuh dengan disrupsi akibat pandemi Covid-19. Sebagian perusahaan seperti lain Shipper, Stockbit, Ula, Aruna, BukuWarung, dan CoLearn tercatat sebagai Centaur, beberapa bahkan telah memiliki nilai valuasi yang mendekati Unicorn.

Catatan tersebut telah menunjukkan performa AC Ventures yang kuat dengan tingkat pengembalian sebesar 1,94 kali lipat dari modal yang diinvestasikan (multiple on invested capital/MOIC) dalam kurun waktu kurang dari dua tahun sejak penutupan pertama.

Selain pendanaan, ACV juga mensupport para founder-nya untuk membangun perusahaan melalui pengalaman mereka sebagai investor di berbagai perusahaan, serta melalui tim value creation yang terdiri dari para ahli yang memiliki pemahaman mendalam dan pengalaman yang luas di berbagai sektor industri. Tim ini akan mendukung masing-masing portofolio perusahaan ACV dalam hal rekrutmen, pengembangan bisnis, regulasi, hingga peningkatan modal.

"Berbekal pengalaman dalam berinvestasi dan membangun bisnis di Indonesia, kami memastikan agar para founder dari portofolio perusahaan kami memiliki dukungan sumber daya dan jaringan yang mereka butuhkan untuk membangun bisnis bernilai miliaran dolar," imbuh Founder & Managing Partner ACV Michael Soerijadji.

(fdl/fdl)