Labanya Melonjak 48,3%
Indofood Masih Jagokan Mie Instan
Jumat, 28 Apr 2006 10:27 WIB
Jakarta - Divisi mie instan masih menjadi andalan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Penjualan mie instan yang terus meningkat membuat laba Indofood pun semakin mengkilap. Dalam pengumuman kinerja keuangan Indofood kuartal I-2006 yang diterima detikcom, Jumar (28/4/2006), Indofood mencatat penjualan bersih Rp 4,9 triliun. Angka itu berarti meningkat 14,3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan ekspor mencapai US$ 60,8 juta atau sekitar 11 persen dari jumlah penjualan. Meningkatnya penjualan bersih konsolidasi Perseroan terutama disebabkan oleh naiknya volume penjualan maupun jumlah penjualan divisi mie instan masing-masing 19,0% dan 17,6%.Kontribusi penjualan dari grup bisnis strategis Indofood adalah : Produk Konsumen Bermerek (39%), Bogasari (33%), Minyak dan Lemak Nabati (15%) dan Distribusi (13%). Indofood juga menderita akibat kenaikan BBM tahun lalu yang menyebabkan kenaikan biaya produksi dan biaya angkutan, serta naiknya biaya bahan baku, marjin laba kotor maupun marjin laba usaha mengalami penurunan menjadi masing-masing 21,9%. Namun Indofood tetap sukse mencatat kenaikan laba bersih hingga 48,3% menjadi Rp 173,9 miliar. Menguatnya nilai rupiah pada kuartal pertama tahun 2006 telah menghasilkan keuntungan nilai tukar valuta asing bagi Indofoof sebesar Rp 125 miliar. Sementera biaya bunga dan biaya-biaya keuangan lainnya juga mengalami penurunan, sehingga laba bersih Perseroan pada kuartal I-2006 mengalami kenaikan signifikan.Putusan Pengadilan Tinggi InggrisMenyusul keputusan Pengadilan Tinggi di Inggris awal Maret 2006 yang mengabulkan permohonan banding Indofood untuk menggunakan haknya secara hukum, maka Indofood akan melanjutkan rencananya untuk melakukan redemption atas sisa eurobond.Total eurobond berjumlah nominal US$ 143,7 juta pada akhir Maret 2006, dengan bunga
(qom/)











































