Dividen Semen Gresik Berkurang

Investasi Pabrik Baru

Dividen Semen Gresik Berkurang

- detikFinance
Jumat, 28 Apr 2006 17:26 WIB
Jakarta - Dividen yang akan dibagikan PT Semen Gresik tbk (SMGR) untuk tahun buku 2005 diperkirakan berkurang. Pasalnya, perseroan harus menyisihkan dana untuk investasi pabrik baru.Semen Gresik total menyisihkan 35 persen laba tahun 2004 untuk dividen. Namun, meskipun persentase turun, secara nominal jumlahnya akan lebih besar karena peningkatan laba bersih tahun 2005 sebesar 100,9 persen menjadi 1,023 triliun."Tahun 2004 perseroan membagikan deviden 35 persen, tahun ini secara presentase akan menurun," kata Direktur Keuangan Semen Gresik Cholil Hasan usai konferensi pers di Hotel Crown Plaza, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (28/4/2006).Rencananya, pendanaan pabrik baru tersebut berasal dari utang sebesar 70 persen dan sisanya kas internal. Dikatakan sudah ada beberapa bank yang tertarik untuk ikut mendanai pabrik baru berkapasitas produksi 2,5 ton per tahun antara lain Bank Mandiri dan BCA. Beberapa bank asing juga dikatakan ikut berminat."50 persen didanai bank asing dan 50 persen didanai bank asing," jelas Cholil.Cholil juga mengatakan pihaknya belum memikirkan instrumen pendanaan. Yang jelas, perseroan tidak akan melakukan penerbitan saham baru (right issue). Perjanjian pendanaan juga diharapkan dilakukan tahun ini, sehingga pembangunan pabrik yang direncanakan mulai tahun depan tidak molor.Saat ini studi kelayakan pabrik tersebut sudah selesai dilakukan dan sedang di kaji oleh para komisaris. Rencananya persetujuan pabrik tersebut akan dimintakan dalam RUPS Juni mendatang.Semen Gresik pada tahun 2006 menargetken pertumbuhan laba 10-20 persen dikarenakan permintaan semen yang diperkirakan tidak akan seagresif tahun lalu. Penurunan ini tercermin dari menurunnya permintaan semen domestik nasional sebesar 3,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Walaupun secara nasional turun, penjualan domestik Semen Gresik masih naik 1 persen.Perseroan juga merubah target penjualan semen domestik dari tumbuh 8 persen tahun ini menjadi hanya sekitar 5 persen. Namun, perubahan target penjualan domestik tidak akan berpengaruh terhadap target total penjulan tahun ini yang tumbuh 6 persen. "Tidak ada rencana perubahan target tapi disiasati dengan perubahan pola distribusi. Apabila ada permasalahan penjualan semen domestik akan kita lakukan ekspor," ujar Soetjipto.Diharapkan permintaan semen domestik akan meningkat di kuartal ketiga dan keempat seiring mulai berjalannya proyek-proyek pemerintah. Penurunan suku bunga setelah semester satu tahun ini juga akan mendorong bergeliatnya sektor properti yang mendorong permintaan akan semen. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads