Laporan Keuangan Semen Padang Akhirnya Diakui Akuntan Publik
Sabtu, 29 Apr 2006 17:33 WIB
Jakarta -
Setelah tiga tahun terakhir memperoleh status tanpa pendapat (disclaimer), laporan keuangan PT Semen Padang tahun 2005 akhirnya diakaui akuntan publik.Laporan keuangan PT Semen Padang untuk tahun buku 2005 dinyatakan Wajar Tanpa Pengecualian (unqualified) oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Price Waterhouse Coopers."Penilaian unqualified tersebut diberikan setelah manajemen PT Semen Padang berhasil menyelesaikan berbagai persoalan menyangkut laporan keuangan yang selama ini dianggap bermasalah," kata Direktur Utama PT Semen Padang, Endang Irzal dalam siaran pers, Sabtu (29/4/2006).Seperti diketahui, laporan keuangan anak perusahaan Semen Gresik ini sejak tahun 2002-2003 dinilai tidak lengkap, yang membuat induknya kesulitan untuk melakukan konsolidasi tahun 2002 dan 2003.Kondisi ini terjadi kareaa ada beberapa transaksi yang tidak lengkap dan tidak bisa dipertanggungjawabkan, sehingga ada pencocokan yang dibebankan menjadi biaya pada 2002 dan 2003. Kasus ini membuat pemerintah harus melakukan audit khusus terhadap Semen Padang. Menurut Endang, sepanjang 2005 perusahaan melakukan audit khusus agar dapat meningkatkan kinerja perusahaan ke depan. Berdasarkan temuan dalam audit tersebut, manajemen mencanangkan berbagai perbaikan di bidang pemasaran, distribusi, produksi, pengadaan barang, pelaporan dan sebagainya.Menurutnya, tahun 2005 dijadikan momentum untuk melakukan kajian ulang terhadap semua sistem yang digunakan di Semen Padang. Pemegang saham, kata Irzal, memberi waktu satu tahun terhitung mulai Juni 2005 sampai Juni 2006 untuk mengerjakan semua perbaikan yang dianggap perlu."Kami melakukan revisi terhadap 300 sistem dan prosedur yang selama ini dipakai. Kalau perbaikan selesai, maka kinerja perusahaan akan meningkat menjadi jauh lebih baik lagi. Paling tidak tahun lalu kami berhasil untuk pertama kalinya melewati angka penjualan Rp 2 triliun," ujarnya.Dari hasil audit tersebut, diketahui bahwa perusahaan membukukan laba bersih 2005 setelah pajak sebesar Rp 139,501 juta atau naik 129 persen dibanding perolehan laba 2004 yakni sebesar Rp 60,899 juta. Kenaikan yang sangat signifikan tersebut dipicu oleh peningkatan penjualan bersih dari Rp 1,78 triliun pada 2004 menjadi Rp 2,166 triliun di akhir 2005.Volume penjualan mengalami kenaikan dari 5 juta ton menjadi 5,22 juta ton atau naik 4,46 persen. Lebih tinggi dari target penjualan semula 5,07 juta ton, karena tingginya permintaan semen di Sumatera.Dari total penjualan diatas, sepanjang 2005 Semen Padang mengekspor 25,6 persen (1,33 juta ton). Rencananya untuk tahun 2006, perusahaan hanya akan mengekspor 16,4 persen dari total produksi untuk mengantisipasi kenaikan permintaan semen dalam negeri.
(ir/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































