Pergerakan Saham Grab Setelah Listing di AS, Naik Apa Turun?

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 13 Des 2021 13:08 WIB
Foto-foto mitra Grab termasuk dari Indonesia terpajang di Times Square, New York seiring melantainya Grab di bursa saham NASDAQ
Foto: Grab Indonesia
Jakarta -

Saham Grab Holdings Ltd dicatat di bursa AS dua pekan lalu. Bagaimana pergerakannya pekan ini?

Ternyata harga sahamnya semakin jauh dari harga saat melakukan pencatatan perdana pada 2 Desember lalu. Saham Grab di indeks Nasdaq kini berada di level US$ 7,12 pada penutupan akhir pekan lalu.

Pada saat hari pertama pencatatan, saham Grab sudah turun 20% dari US$ 11,01 menjadi US$ 8,75%. Meskipun saat itu saat pembukaan pertama, saham Grab sempat melesat.

Jika dibandingkan dengan posisi saat ini maka saham Grab sudah turun 35%. Itu dibandingkan dengan posisi harga saham yang sebelum Grab masuk.

Grab sendiri melantai di Wall Street dengan melakukan merger senilai US$ 40 miliar atau setara Rp 568 triliun (kurs Rp 14.200) dengan perusahaan akuisisi tujuan khusus (Special Purpose Acquisition Company/SPAC) yang bernama Altimeter Growth Corp. Entitas gabungan tersebut diperdagangkan dengan kode saham 'GRAB'.

Melalui merger tersebut, Grab disebut mendapatkan dana segar US$ 4,5 miliar atau setara Rp 63,9 triliun, termasuk suntikan modal dari Altimeter pada April lalu sebesar US$ 750 juta.

Saat pembukaan perdagangan, Chairman Nasdaq Asia Pacific Bob McCooey mengatakan momentum tersebut merupakan pertama kalinya dalam sejarah sebuah perusahaan asal Asia Tenggara melakukan pencatatan saham terbesar.

"Dengan listing saham Grab hari ini di bursa saham, kita menjadi bagian dari sejarah pencatatan terbesar perusahaan asal Asia Tenggara di Amerika Serikat. Saya ucapkan selamat," ujar Bob.

(das/ang)