Demo Buruh
IHSG dan Rupiah Aman-aman Saja
Senin, 01 Mei 2006 12:25 WIB
Jakarta - Maraknya demo buruh di sejumlah wilayah tak menyurutkan minat untuk bertransaksi. Pasar saham dan valas pun ternyata tetap bergairah. IHSG bahkan mampu rebound, sementara rupiah malah menguat.Pada penutupan perdagangan Senin (1/5/2006) sesi I, IHSG justru menguat hingga 8,053 pada level 1.472,459. Sementara indeks LQ 45 naik 1,424 poin pada level 326,524. JII naik 2,354 pada level 262,547.Sementara nilai tukar rupiah masih menguat dan bertahan di level 8.785 per dolar AS.Analis dari Kuo Capital, Edwin Sinaga mengatakan, dampak dari demo buruh tidak signifikan pada pasar saham. "Jakarta kan saat ini siaga satu, dengan status itu sudah membuat keder demonstran. Jadi kemungkinan segala tindakan anarkis tidak terjadi," ujar Edwin.Kenaikan indeks, lanjut dia, cukup signifikan. "Tapi itu lebih karena laporan keuangan yang masuk," tambahnya.Antisipasi demo buruh sebenarnya sudah dilakukan para investor sejak akhir pekan lalu yang menyebabkan IHSG terus menerus di teritori negatif.Edwin memperkirakan level resisten bawah IHSG hari ini berkisar 1.464, dan resisten atas 1.475.Frekuensi perdagangan tercatat 8.866 kali pada volume 1.009.299 lot saham senilai Rp 619,194 miliar. Sebanyak 59 saham naik, 56 saham turun dan 246 saham stagnan. Sedangkan saham-saham yang mencetak kenaikan harga antara lain United Tractor (UNTR) naik Rp 200 menjadi Rp 5.650, Unilever (UNVR) naik Rp 150 menjadi Rp 4.725, Telkom (TLKM) naik Rp 100 menjadi Rp 7.650, PGN (PGAS) naik Rp 100 menjadi Rp 12.500.Saham-saham yang turun harganya antara lain Indosat (ISAT) turun Rp 50 menjadi Rp 5.350, BRI (BBRI) turun Rp 100 menjadi Rp 4.525.
(qom/)











































