Level Rupiah yang Aman di Mata Pengusaha
Selasa, 02 Mei 2006 12:05 WIB
Jakarta - Penguatan rupiah dikhawatirkan bisa mengganggu kinerja eksportir. Namun ada sebuah level rupiah yang dirasa cukup membuat nyaman baik untuk eksportir maupun importir. Level rupiah itu adalah antara Rp 8.500-9.500 per dolar AS. Level itu diperoleh setelah melakukan survei terhadap ratusan pengusaha baik eksportir, importir maupun campuran keduanya."Dari hasil survei itu adalah 80 persen responden menyatakan cukup comfortable dengan range 8.500-9.500 (per dolar AS). Ini menurut mereka lho," ungkap Gubernur BI Burhanuddin Abdullah yang ditemui di sela-sela "Syariah Expo 2006" di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (2/5/2006). Nah, dengan posisi saat ini yang berada di kisaran Rp 9.000 per dolar AS, Burhanuddin menilai semua kalangan akan bisa menerimanya. "Tidak ada komentar yang tajam dari eksportir," tegasnya. Menurut Burhanuddin, dengan penguatan rupiah yang kini berada di level 8.700 per dolar AS, bisa menjadi kesempatan yang baik bagi pengusaha untuk melakukan efisiensi dan peningkatan produktivitasnya. "Daya saing kita akan sangat ditentukan oleh sejauh mana efisiensi itu dapat ditingkatkan. Bukan karena penguatan atau karena pelemahan rupiah," tambahnya. Menkeu Sri Mulyani sebelumnya mengatakan, pemerintah tengah mempertimbangkan untuk mengubah asumsi kurs rupiah dalam APBN 2006 yang semula dipatok Rp 9.900 per dolar AS menjadi Rp 9.000 per dolar AS. Mengenai asumsi itu, Deputi Gubernur Senior BI Miranda S Goeltom mengatakan bahwa angka itu belum final sekali. "Banyak faktor yang harus dipertimbangkan," tegasnya. Yang pasti, lanjut Miranda, perubahan asumsi kurs itu sangat realistis mengingat penguatan rupiah yang terus berlangsung. "Tapi apakah 9.000 atau angka lainnya, kita lihat dulu," tandasnya.
(qom/)











































