Triwulan I-2006
Indocement & Holcim Petik Laba
Selasa, 02 Mei 2006 13:06 WIB
Jakarta - Naiknya penjualan semen, membuat dua perusahaan semen terbesar kedua dan ketiga di Indonesia, yakni PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dan PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) memetik laba bersih pada triwulan I-2006.Indocement yang kini mayoritas sahamnya dikuasai oleh Heidelberg, pada triwulan I-2006 mencatat kenaikan laba bersih 10,10 persen menjadi Rp 164,484 miliar, dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 149,391 miliar. Laba bersih per saham juga meningkat menjadi Rp 44,68 dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 40,58. Demikian penjelasan laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Jakarta (BEJ), Selasa (2/5/2006).Peningkatan ini didorong naiknya penjualan perseroan menjadi Rp 1,429 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 1,202 triliun. Namun laba usaha turun tipis menjadi Rp 270,394 miliar dibanding tahun lalu Rp 271,530 miliar.Dalam laporan keuangan yang disampaikan ke BEJ (2/5/2006), penurunan laba usaha akibat naiknya biaya pengangkutan dan penjualan sebesar 44,37 persen menjadi Rp 179,317 miliar. Naiknya biaya tersebut juga mendongkrak lonjakan beban usaha sebesar 31,03 persen menjadi Rp 219,911 miliar dibanding tahun lalu sebesar Rp 167,824.HolcimSementara Holcim yang dulu bernama PT Semen Cibinong, membukukan laba bersih sebesar Rp 219,918 miliar per Maret 2006 dibanding tahun lalu yang rugi bersih sebesar Rp 138,947 miliar.Kenaikan laba bersih Holcim ini, didukung laba kurs sebesar Rp 338,595 miliar dibanding tahun lalu yang rugi kurs sebesar Rp 74,776 miliar.Sedangkan pendapatan perseroan mengalami kenaikan dari Rp 672,757 miliar menjadi Rp 685,215 miliar pada triwulan I-2006. Sehingga, laba kotor perseroan meningkat tajam menjadi Rp 70,501 miliar dibanding tahun lalu sebesar Rp 672,757 miliar.Namun, Holcim masih membukukan rugi usaha sebesar Rp 2,285 miliar atau membaik sekitar 94,7 persen dari rugi usaha periode sama tahun lalu sebesar Rp 43,199 miliar. Hal ini seiring dengan upaya efisiensi usaha perseroan.Efisiensi usaha tersebut tercermin dari turunnya jumlah beban usaha dari Rp 78,128 miliar menjadi Rp 72,786 miliar pada triwulan I-2006. Demikian pula, beban pokok penjualan yang turun dari Rp 637,828 miliar per Maret 2005 menjadi Rp614,714 miliar per Maret 2006.
(ir/)











































