Saham Mandiri Capai Harga Tertinggi
IHSG Terkoreksi Saham Pertambangan
Selasa, 02 Mei 2006 16:30 WIB
Jakarta - Aksi ambil untung mewarnai perdagangan saham di lantai bursa. Pada penutupan Selasa (2/5/2006), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,562 poin pada level 1.475,893 Investor memilih untuk melepas saham-saham pertambangan dalam rangka konsolidasi, sebelum harganya naik kembali mengikuti sentimen harga minyak dunia.Namun ditengah aksi jual saham tersebut, saham Bank Mandiri mencatat kenaikan signifikan di level Rp 2.070, yang merupakan harga tertingginya selama ini. "Naiknya saham Bank Mandiri karena sentimen semakin positifnya transaksi Kiani.Investor asing juga menaikkan harga wajar Bank Mandiri," kata Haryajid, analis dari Recapital, Selasa (2/5/2006).Kenaikan saham perbankan juga karena didukung kondisi makro ekonomi seperti suku bunga SBI yang bertahan 12,74%. Serta The Fed yang memberi sinyal menjaga suku bunganya di posisi saat ini 4,75 persen. Indeks LQ-45 turun 0,309 poin pada level 328,216, Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,395 poin pada level 262,725, Main Board Index (MBX) turun 0,249 poin pada level 409,415 dan Development Board Index (DBX) naik 0,271 poin pada level 276,852.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 27.625 kali, pada volume 5.247.159 lot saham, senilai Rp 2,466 triliun. Sebanyak 44 saham naik, 93 saham turun dan 224 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, International Nickel Indonesia (INCO) turun Rp 1.150 menjadi Rp 18.950, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 200 menjadi Rp 5.700, Timah (TINS) turun Rp 175 menjadi Rp 2.300, United Tractors (UNTR) turun Rp 100 menjadi Rp 5.650 dan PP London Sumatra (LSIP) turun Rp 50 menjadi Rp 3.925.Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 350 menjadi Rp 13.100, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 120 menjadi Rp 2.070, Ciputra Development (CTRA) naik Rp 25 menjadi Rp 520, Bank Niaga (BNGA) naik Rp 20 menjadi Rp 650 dan Bakrie & Brothers (BNBR) naik Rp 10 menjadi Rp 180.
(ir/)











































