Target Indosat-Tri Resmi 'Kawin': Rampung Awal 2022

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 27 Des 2021 19:00 WIB
Indosat Ooredoo
Foto: Dok. Indosat Ooredoo

Kemudian, jangka waktu bagi pemegang saham yang tidak setuju dengan penggabungan usaha dan berniat untuk menjual sahamnya mulai 5 Januari 2022 hingga 18 Januari 2022. Penyelesaian pembelian kembali saham pada 25 Januari 2021.

Dalam merger ini kedua perusahaan, Indosat dan Tri menuliskan berbagai potensi risiko pasca merge ini.

Pertama, sebagai akibat dari rencana Penggabungan Usaha, H3I dan Indosat dapat merestrukturisasi manajemen dan struktur operasional mereka, meskipun hal ini dapat dilaksanakan secara bertahap.

"Oleh karena itu, belum terdapat kepastian bahwa integrasi tersebut tidak akan mengganggu kegiatan usaha. Selain itu, perusahaan hasil penggabungan dapat menghadapi potensi disharmonisasi dari kombinasi manajemen atau sumber daya manusia baru terkait proses, pelatihan, dan lambatnya pengambilan keputusan," lanjut perusahaan.

Kedua sinergi yang diharapkan dari rencana penggabungan usaha mungkin tidak dapat tercapai. Ketiga, potensi disharmonisasi dari hilangnya pelanggan umum.

Maksudnya, perusahaan juga mungkin menghadapi kehilangan pelanggan umum setelah penggabungan usaha dan mungkin menghadapi penurunan pendapatan dan kehilangan pangsa pasar untuk menjalankan beberapa merek.

Keempat, akan ada potensi pengunduran diri karyawan. Kelima, sebagai akibat dari dari merger, ada kemungkinan bahwa rasio leverage perusahaan hasil penggabungan dapat meningkat karena biaya integrasi dan peningkatan belanja modal. Biaya pembiayaan perusahaan hasil penggabungan juga dapat meningkat karena rasio leverage yang meningkat.



Simak Video "Tok! Kominfo Setujui Merger Indosat dan Tri Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]

(fdl/fdl)