Pasar Sudah Kebal Demo
Indeks Saham Nyaris Tembus 1.500
Rabu, 03 Mei 2006 16:50 WIB
Jakarta - Perdagangan saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ) berjalan meriah. Pada penutupan Rabu (3/5/2006), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nyaris menembus posisi 1.500 dengan naik 23,178 poin (1,57%) menuju level terbaiknya 1.499,071.Pelaku pasar begitu seriusnya memburu saham-saham unggulan, sehingga peristiwa demo buruh besar-besaran yang terjadi hari ini terabaikan."Demo buruh kali ini tidak berpengaruh, sama seperti 1 Mei kemarin," kata Alfiansyah dari Sinarmas Sekuritas.Demo buruh, menurut Alfian, tidak terlalu berpengaruh karena investor cenderung melihat ekonomi kedepan.Senada dengan Alfian, analis dari BNI Securities Rohma Fitri mengatakan, pasar modal sudah imun (kebal) terhadap aksi demonstrasi karena cenderung aman. Fitri melihat, melonjaknya indeks kali ini lebih didorong oleh penguatan rupiah dan naiknya bursa regional seperti Indeks Hang Seng dan STI Singapura. "Lelang SBI juga tetap di level 12,74 persen dan sekarang pasar akan melihat apakah dalam Rapat dewan Gubernur (RDG) 9 Mei nanti, BI rate akan turun atau tidak," ungkap Fitri.Keluarnya data inflasi April yang rendah juga masih memberikan sentimen positif, termasuk naiknya cadangan devisa saat ini yang cukup besar US$ 42,8 miliar Indeks LQ-45 naik 5,636 poin pada level 333,852, Jakarta Islamic Index (JII) naik 3,847 poin pada level 266,572, Main Board Index (MBX) naik 7,161 poin pada level 415,576 dan Development Board Index (DBX) naik 1,324 poin pada level 278,176.Perdagangan di pasar reguler berlangsung ramai dengan transaksi yang terjadi sebanyak 30.135 kali, pada volume 6.168.640 lot saham, senilai Rp 2,971 triliun. Sebanyak 89 saham naik, 50 saham turun dan 222 saham stagnan.Saham-saham yang menjadi jawara di top gainer antara lain, International Nickel Indonesia (INCO) naik Rp 750 menjadi Rp 19.700, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 250 menjadi Rp 13.350, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 205 menjadi Rp 2.275, Telkom (TLKM) naik Rp 150 menjadi Rp 7.800 dan Indosat (ISAT) naik Rp 100 menjadi Rp 5.350.Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun Rp 100 menjadi Rp 4.900, Kalbe Farma (KLBF) turun Rp 70 menjadi Rp 1.470, Astra Internasional (ASII) turun Rp 50 menjadi Rp 11.750, Mitra Adiperkasa (MAPI) turun Rp 30 menjadi Rp 1.020 dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 25 menjadi Rp 4.425.
(ir/)











































