BlackBerry Tumbang, Sahamnya Terkapar Jadi Segini

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 05 Jan 2022 11:13 WIB
Jakarta -

Setelah melalui masa jayanya, BlackBerry resmi tumbang. Pada 4 Januari kemarin, sistem operasi atau OS pada Blackberry disuntik mati, atau dengan kata lain hp BB sudah tidak berfungsi lagi.

Hal itu tentu menjadi sentimen negatif bagi pergerakan saham perusahaan di New York Stock Exchange (NYSE). Pada perdagangan terakhir saham BlackBerry tercatat turun 0,43% dari posisi hari sebelumnya ke level US$ 9,33.

Tren penurunan saham BlackBerry memang sudah cukup panjang. Jika ditarik selama enam bulan terakhir saham BlackBerry turun 22,7%. Pada masa jayanya, ketika banyak orang di dunia menggunakan HP itu, saham BlackBerry sempat menyentuh level US$ 138,87 pada 30 Mei 2008.

Di saat itu nilai kapitalisasi pasar BlackBerry mencapai US$ 78,38 miliar atau setara Rp 1.120,8 triliun, menurut data Companies Market Cap. Artinya juga, jika dihitung harga saham BlackBerry dari posisi tertingginya itu ke level hari ini sudah turun 93,28%.

Pada 2001, kapitalisasi pasar BlackBerry hanya senilai US$ 1,02 miliar. Artinya dari 2001 hingga posisi puncaknya kapitalisasi pasar BlackBerry naik sekitar 7.700%.

Sementara untuk posisi kapitalisasi pasar BlackBerry di awal 2022 ini mencapai US$ 5,36 miliar, turun 1,37%, dari posisi 2021 sebesar US$ 5,43 miliar.

(das/ara)