BlackBerry Tumbang, Sahamnya Juga Ambyar

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 05 Jan 2022 18:15 WIB
BlackBerry Cheap
Foto: Pocket Lint
Jakarta -

BlackBerry yang pernah menjadi 'HP wajib' di masa kejayaannya akhirnya tumbang. Pada 4 Januari kemarin, sistem operasi atau OS pada Blackberry disuntik mati, atau dengan kata lain hp BB sudah tidak berfungsi lagi.

Tentu kabar ini menjadi hal sentimentil bagi para pecinta gadget. Sebab biar bagaimana pun, BB pernah menjadi primadona di masanya.

Pada saat masa jayanya, BlackBerry juga sempat menjadi perusahaan yang sangat besar. Bayangkan, pada 30 Mei 2008 nilai kapitalisasi pasar perusahaan mencapai US$ 78,38 miliar atau setara Rp 1.120,8 triliun, menurut data Companies Market Cap.

Itu merupakan posisi kapitalisasi pasar tertinggi dari selama BlackBerry berdiri. Pada 2001, kapitalisasi pasar BlackBerry hanya senilai US$ 1,02 miliar. Artinya dari 2001 hingga posisi puncaknya kapitalisasi pasar BlackBerry naik sekitar 7.700%.

Sementara kapitalisasi pasar BlackBerry di awal 2022 ini mencapai US$ 5,36 miliar, turun 1,37%, dari posisi di 2021 sebesar US$ 5,43 miliar.

Saham Turun

Tumbangnya OS BlackBerry tentu menjadi sentimen negatif bagi pergerakan saham perusahaan di New York Stock Exchange (NYSE). Pada perdagangan terakhir saham BlackBerry tercatat turun 0,43% dari posisi hari sebelumnya ke level US$ 9,33.

Tren penurunan saham BlackBerry memang sudah cukup panjang. Jika ditarik selama 6 bulan terakhir saham BlackBerry turun 22,7%.

Pada masa jayanya, ketika semua orang di dunia menggunakan hp BB, saham BlackBerry sempat menyentuh level US$ 138,87 pada 30 Mei 2008.

(das/ara)