Profit Taking Mereda, IHSG Tertahan di 1.483
Jumat, 05 Mei 2006 16:47 WIB
Jakarta - Aksi profit taking yang melanda Bursa Efek Jakarta (BEJ) sejak pembukaan pasar, akhirnya mereda pada perdagangan sore. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tipis 1,271 poin tertahan di level 1.483,061.Seiring dengan stagnannya rupiah di level 8.785 per dolar AS, aksi jual saham pun mulai menyusut pada sesi II, Jumat (5/5/2006).Penurunan indeks masih dimotori oleh melemahnya saham Telkom dan Bank Mandiri. Namun investor mulai memburu secara selektif saham perbankan seperti BCA dan Bank Niaga.Pasalnya, investor mengantisipasi Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 9 Mei mendatang, untuk melihat arah pergerakan BI rate yang kini di level 12,75 persen.Indeks LQ-45 turun 0,245 poin pada level 330,911, Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,654 poin pada level 265,125, Main Board Index (MBX) turun 0,490 poin pada level 410,217 dan Development Board Index (DBX) naik 0,318 poin pada level 278,931.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 23.403 kali, pada volume 1,613 miliar unit saham, senilai Rp 2,091 triliun. Dari jumlah saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 60 saham naik, 68 saham turun dan 72 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Medco Energi Internasional (MEDC) turun Rp 150 menjadi Rp 4.625, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 100 menjadi Rp 5.600, Telkom (TLKM) turun Rp 50 menjadi Rp 7.550, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 50 menjadi Rp 4.275, Astra Internasional (ASII) turun Rp 50 menjadi Rp 11.500 dan Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 25 menjadi Rp 2.225.Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 300 menjadi Rp 13.650, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik 225 menjadi Rp 3.525, Indosat (ISAT) 50 menjadi Rp 5.450, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 25 menjadi Rp 4.350 dan Bank Niaga (BNGA) Rp 20 menjadi Rp 680.
(ir/)










































