ADVERTISEMENT

Berdarah-darah! Begini Kinerja Garuda yang Tengah Diduga Tersandung Korupsi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 12 Jan 2022 12:15 WIB
Pesawat Garuda Indonesia
Foto: (Afif/detikTravel)
Jakarta -

Bersih-bersih pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk terus dilanjutkan. Terbaru, Menteri BUMN Erick Thohir menyerahkan bukti dugaan korupsi ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

Kinerja maskapai pelat merah ini memang tidak baik. Garuda dihadapkan pada utang dan kerugian yang menggunung.

Berdasarkan laporan keuangan interim yang tidak diaduit di situs perusahaan seperti dikutip Rabu (12/1/2022) Garuda menderita kerugian US$ 1,66 miliar atau sekitar Rp 23,57 triliun hingga September 2021. Rugi ini naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya US$ 1,07 miliar.

Pendapatan dan penjualan hingga September 2021 sebanyak US$ 939,02 juta. Pendapatan ini juga turun dibanding periode yang sama tahun 2020 sebesar US$ 1,13 miliar.

Jumlah aset Garuda tercatat US$ 9,42 miliar. Aset ini juga turun dari sebelumnya US$ 10,78 miliar.

Sementara, liabilitas perusahaan jumlahnya US$ 13,02 miliar atau naik dari sebelumnya US$ 12,73 miliar. Liabilitas tersebut terdiri dari liabilitas jangka pendek US$ 5,28 miliar dan jangka panjang US$ 7,73 miliar.

Selanjutnya, jumlah ekuitas atau modal Garuda tercatat minus US$ 3,60 miliar. Ekuitas ini turun banyak dibanding periode yang sama tahun sebelumnya minus US$ 1,94 miliar.

Untuk diketahui, Erick Thohir sendiri telah memberikan bukti-bukti terkait dugaan korupsi itu ke Kejagung. Dugaan korupsi ini terkait pengadaan pesawat ATR 72-600 di PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).

Usai memberikan laporan bukti, Erick mengungkapkan memang ada indikasi korupsi dalam pengadaan pesawat Garuda Indonesia dengan jenis yang berbeda-beda.

"Tapi secara data memang dalam proses pengadaan pesawatnya, leasing-nya ada indikasi korupsi dengan merek berbeda-beda. Khususnya hari ini ATR 72-600," tuturnya di Kejagung, Selasa (11/1).

Erick mengatakan, pihaknya memberikan bukti-bukti hasil audit investigasi Garuda Indonesia. Dengan begitu dia menjamin apa yang dilaporkan bukan sekadar tuduhan belaka. "Bukan tuduhan, tapi ada fakta yang diberikan," tegasnya.



Simak Video "Garuda Indonesia Ajukan Prosedur Pailit ke Pengadilan AS"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT