Saham Amazon Sampai Tesla Rontok, Wall Street Loyo

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 14 Jan 2022 08:22 WIB
Traders work on the trading floor on the final day of trading for the year at the New York Stock Exchange (NYSE) in Manhattan, New York, U.S., December 29, 2017. REUTERS/Andrew Kelly
Foto: Reuters
Jakarta -

Wall Street mencatat harga saham teknologi merosot. Kondisi ini mempengaruhi pergerakan harga saham perusahaan lain.

Misalnya harga saham Amazon yang merosot 2,4%, dan Microsoft 4,2%. Keduanya turut membebani Nasdaq. Selanjutnya harga saham Snap turun 10% dan Virgin Galactic rontok 19% setelah perusahaan ini mengumumkan penarikan utang. Sedangkan Tesla juga turun lebih dari 6%.

Dikutip dari CNBC disebutkan untuk indeks S&P 500 turun 1,42% menjadi 4.659,03, Nasdaq Composite turun 2,51% menjadi 14.806,81. Lalu Dow Jones Industrial Average turun 176,70 poin menjadi 36.113,62 setelah naik lebih dari 200 poin pada hari sebelumnya.

Rontoknya saham teknologi ini sudah terjadi tiga hari berturut-turut. Penyebabnya karena Federal Reserve yang sudah memberikan sinyal akan menaikan suku bunga untuk memerangi angka inflasi yang tinggi.

Analis dari Bleakley Advisory Group Peter Boockvar mengungkapkan jika saham teknologi ini bisa turun dalam waktu yang bersamaan.

Namun di sisi lain, saham beberapa perusahaan justru mencatatkan sentimen positif. Misalnya Delta Air Lines yang akhirnya membukukan keuangan dan turut mengerek harga saham lebih dari 2%. Kemudian saham homebuilder KB Home menguat lebih dari 16% setelah mengumumkan pendapatan yang di atas target.

Saham Boeing naik 3% setelah adanya pernyata 737 Max bisa kembali terbang di China.

Memang pengumuman inflasi oleh pemerintah AS ini turut mempengaruhi pergerakan harga saham. Namun ekonom menyebut secara historis kenaikan harga masih tidak terlalu buruk dibandingkan periode sebelumnya.



Simak Video "Bisa Nyetir Sambil Main Game, Mobil Tesla Picu Kekhawatiran"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)