IHSG Pecahkan Rekor 1.500

IHSG Pecahkan Rekor 1.500

- detikFinance
Senin, 08 Mei 2006 16:59 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya melakukan lompatan indah dengan memecahkan rekor 1.500, setelah berkali-kali gagal menembus posisi itu. Pada penutupan Senin (8/5/2006), IHSG menjulang hingga 24,865 poin (1,68%) ke level 1.507,926 yang merupakan pencapaian tertingginya selama ini. Alfiansyah dari Sinarmas Sekuritas mengatakan, penguatan IHSG didukung oleh saham blue chip dan saham perbankan. Animo beli yang tinggi ini, karena sentimen positif atas rencana penurunan BI rate dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Selasa 9 Mei. "Walaupun the Fed juga akan menaikan ke 5 persen, tapi pengaruh internal lebih kuat ketimbang eksternal," kata Alfian.Faktor menguatnya rupiah dan bursa regional turut mendorong indeks ke level tertingginya. Alfian melihat, posisi 1.500 jika bertahan akan menuju titik resistance 1.518 dan terbuka peluang mendaki ke 1.537.Sementara Edwin Sinaga dari Kuo Capital Raharja menambahkan, tembusnya indeks di 1.500 sudah ditunggu-tunggu karena empat kali perdagangan gagal menyentuh level ini. Mengenai penurunan BI rate, Edwin mengaku agak mengkhawatirkan untuk jangka panjang. Pasalnya, penurunan suku bunga lebih karena mengacu pada text book, jika rupiah menguat suku bunga harus turun.Padahal, ungkap Edwin, penguatan rupiah lebih didorong oleh hot money karena sektor riil belum bergerak, sehingga perbaikan ekonomi baru sekedar hitung-hitungan moneter."Kalau dihitung satu pekan ini indeks akan volatile," tukasnya.Jika indeks mampu menerebos level 1.515, Edwin menilai IHSG akan bisa naik lagi ke 1.525 "Tapi titik support ada di 1.525 untuk titik 1.500," imbuh Edwin.Indeks LQ-45 naik 5,266 poin pada level 336,177, Jakarta Islamic Index (JII) naik 3,648 poin pada level 268,773, Main Board Index (MBX) naik 7,512 poin pada level 417,729 dan Development Board Index (DBX) naik 2,109 poin pada level 281,039.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 29.841 kali, pada volume 2,589 miliar unit saham, senilai Rp 2,642 triliun. Dari jumlah saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 93 saham, 45 saham turun dan 78 saham stagnan.Saham-saham yang melejit harganya di top gainer antara lain, Telkom (TLKM) naik Rp 250 menjadi Rp 7.800, Astra Internasional (ASII) naik Rp 250 menjadi Rp 11.750, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 200 menjadi Rp 13.850, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 175 menjadi Rp 3.700, Berlian Laju Tanker (BLTA) naik Rp 130 menjadi Rp 1.960, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 125 menjadi Rp 4.400 dan Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 100 menjadi Rp 2.325.Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Unilever (UNVR) turun Rp 200 menjadi Rp 4.800, United Tractors (UNTR) turun Rp 150 menjadi Rp 5.750, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 50 menjadi Rp 5.550, Kalbe Farma (KLBF) turun Rp 20 menjadi Rp 1.480 dan Semen Cibinong (SMCB) turun Rp 10 menjadi Rp 690. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads