Rupiah Menanti Putusan BI Rate
Selasa, 09 Mei 2006 09:54 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah diprediksi akan bergerak perlahan-lahan karena pelaku pasar tengah menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang akan memutuskan BI rate.BI diprediksi akan memangkas BI rate sebesar 25 basis poin menjadi 12,5 persen. Meski demikian, sejumlah analis menilai, pemotongan BI rate tidak akan banyak berpengaruh pada pergerakan nilai tukar rupiah.Pada awal perdagangan Selasa (9/5/2006), rupiah dibuka stabil pada level 8.735/8.740 per dolar AS. Sementara pada perdagangan kemarin, rupiah ditutup menguat tajam pada level 8.738 per dolar AS. Potensi penguatan rupiah masih ada di tengah sentimen menguatnya sejumlah mata uang regional terhadap dolar AS. Bank-bank sentral kawasan regional bahkan dikabarkan harus melakukan intervensi untuk menahan penguatan mata uangnya yang sudah sangat drastis. Tercatat dolar tumbang hingga level terendah dalam tujuh bulan di bawah 111 yen. Sementara won Korsel, ringgit Malaysia dan dolar Singapura menguat hingga mencapai level tertinggi dalam delapan tahun terhadap dolar AS.Rupiah dan baht Thailand pun tak ketinggalan dan menjadi mata uang yang paling berkilau sepanjang tahun ini. Sementara euro juga sempat menembus level terkuatnya dalam setahun terhadap dolar AS menyusul ekspektasi akan segera berakhirnya rangkaian kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral AS.Euro sempat menyentuh level 1,2787 dolar pada awal perdagangan Senin, 8 Mei. Namun euro selanjutnya melemah lagi ke level 1,2707 dolar, dibandingkan sebelumnya pada 1,2726 dolar.
(qom/)











































