PLN Jual Obligasi Rp 2 Triliun

PLN Jual Obligasi Rp 2 Triliun

- detikFinance
Selasa, 09 Mei 2006 13:59 WIB
Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menerbitkan obligasi sebesar Rp 2 triliun, terdiri atas obligasi konvensional Rp 1,8 triliun dan obligasi syariah Rp 200 miliar.Obligasi konvensional merupakan obligasi kedelapan yang diterbitkan dalam dua seri. Seri A dengan jangka waktu 10 tahun dan menawarkan kupon bunga di kisaran 12,75-13,875 persen. Seri B berjangka waktu 15 tahun dan menawarkan kupon bunga di kisaran 13-14,125 persen.Sedangkan obligasi syariah ijarah memiliki jangka waktu 10 tahun dengan fee ijarah Rp 25,5-Rp 27,75 miliar."Dananya untuk modal kerja bagi kepentingan operasional sehari-hari termasuk investasi rutin," kata Pejabat Pelaksana Tugas Dirut PLN, Juanda M Ibrahim, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (9/5/2006).Masa bookbuilding dilakukan pada 9-24 Mei dan masa penawaran 13-15 Juni. Perkiraan keluarnya pernyataan efektif dari Bapepam pada 8 Juni dan pencatatan di Bursa Efek Surabaya (BES) 21 Juni 2006.Bertindak sebagai penjamin emisi adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Trimegah Securities dan PT Andalan Artha Advisindo (AAA) Securities. Sedangkan wali amanat yang ditunjuk PT Bank Mega Tbk.Juanda juga menjelaskan, PLN berencana mengurangi ketergantungan dari bahan bakar minyak. Pengurangan ini dilakukan dengan membangun pembangkit berbahan bakar batubara sebesar 10 ribu mega watt (MW). Pembangkit sebesar itu akan dibangun di Pulau Jawa 8 ribu MW dan sisanya di luar Jawa."Pendanaannya berasal dari pasar modal dan kredit ekspor," kata Juanda.Juanda menegaskan, dengan pembangunan ini bisa untuk efisiensi nasional. Dia mencontohkan, jika tahun 2005 membutuhkan 10-11 juta kiloliter (kl) BBM, dengan adanya pembangkit berbahan bakar batubara kebutuhan BBM hanya 1 juta kl untuk kebutuhan puncak.Perseroan juga berencana mengeluarkan obligasi dolar tahun ini, namun belum dipastikan berapa jumlahnya."Ada rencana unuk emisi obligasi dolar tahun ini. Saya belum berani ngomong angkanya," kata Direktur Keuangan PLN, Parno Isworo. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads