Bapepam Tidak Paksakan Merger BEJ-BES Juni
Jumat, 12 Mei 2006 12:50 WIB
Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) tidak lagi memaksakan merger Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) harus dilakukan pada Juni ini.Target semula persetujuan merger BEJ-BES diharapkan pada semester I-2006, digulirkan oleh mantan Ketua Bapepam Darmin Nasution.Kala itu, Darmin menargetkan pada akhir Juni 2006 infrastruktur perdagangan dan price discovery untuk pasar obligasi (bond market) selesai. Sementara pembentukan bond market akan dilakukan pararel dengan penggabungan BEJ-BES."Enggak harus Juni, enggak mungkin Juni itu terlalu mepet," kata kata Ketua Bapepam Fuad Rahmany di sela acara pembentukan Badan Mediasi Asuransi Indonesia di Gedung B Departmen Keuangan (Depkeu), Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (12/5/2006).Pelaksanaan merger itu, ungkap Fuad, harus melalui pengkajian dulu sehingga sulit kalau harus dipaksakan pada Juni ini.Kajian itu mencakup perancangan, aspek finansial, teknis, personalia, business plan. "Itu semua harus dikaji dulu dan harus sesuai dengan peraturan perundangan soal merger," tegas Fuad.Fuad juga menolak memberikan target waktu untuk merger ini. "Saya tidak bisa kasih time frame, tapi lebih baik kita tunggu dari hasil kajian tim yang sudah dibentuk untuk merger BEJ-BES," katanya.Sementara pada Kamis kemarin 11 Mei, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BES belum bisa menyetujui rencana merger ini.Pemegang saham BES meminta manajemen membentuk tim khusus yang melakukan kajian baik buruknya merger tersebut. Kajian yang dilakukan BES diharapkan selesai enam bulan mendatang.
(ir/)











































