Saham Anjlok, Raja Arab Pecat Kepala Pasar Modal
Sabtu, 13 Mei 2006 12:00 WIB
Jakarta - Akibat ulah spekulan yang mengganas, pasar saham di Arab Saudi berantakan dalam tempo dua bulan. Hancurnya pasar saham memaksa Raja Arab Saudi, Abdullah memecat Kepala Badan Pengaturan Pasar Keuangan (Head of the Country Financial Market Regulatory Body) di negeri kaya minyak itu.Pemberhentian Jammaz bin Abdullah al-Sihaimi, dilakukan oleh Raja Abdullah, satu hari setelah pasar saham turun tajam ke level terendahnya dalam 14 bulan terakhir.Pasar saham Arab Saudi, merupakan bursa terbesar di negara-negara jazirah Arab. Pada penutupan akhir pekan Jumat 12 Mei 2006, indeks saham Arab Saudi - The Tadawul All-Shares Index (TASI) -, berada di posisi 10.046,83 poin. Bahkan sepanjang transaksi perdagangan akhir pekan itu, TASI sempat berada dibawah 9.700 poin.Penurunan TASI selama satu pekan ini saja sebesar 21,1 persen, atau mencapai 51,3 persen dibanding posisi tertinggi indeks TASI pada 25 Februari 2006 di level 20.634 poin. Sedangkan jika dibandingkan pada akhir tahun lalu, indeks TASI telah turun 39,9 persen. Seperti dilansir AFP, Sabtu (13/5/2006), Raja Abdullah mengangkat Abdulrahman bin Abdul Aziz al-Tuwajiri, yang saat ini menjabat ketua dewan ekonomi tertinggi Arab Saudi, untuk menangani kepanikan di pasar modal.Likuiditas pasar saham Arab Saudi meroket dalam beberapa tahun terakhir, mengikuti kenaikan harga minyak dunia yang terus melambung. Kondisi pasar saham seperti ini sebelumnya tidak pernah terjadi di negara tersebut.Melesatnya pasar saham Arab saudi itu menarik perhatian jutaan investor kecil dan para spekulan. Namun booming saham itu, hanya bertahan dua bulan dari level tertingginya. Kini pasar saham Arab saudi berbalik arah dan cenderung terus mengalami penurunan. Situasi ini membuat kepercayaan investor yang menanamkan investasinya di lantai bursa memburuk. Akhirnya investor berbondong-bondong ke luar bursa mengikuti spekulan yang sudah cabut terlebih dahulu.Sejak terjadinya penurunan harga saham, pasar uang Arab saudi telah kehilangan dana sekitar US$ 350 miliar. Sementara pada Februari 2006 dana yang masuk hampir mendekati US$ 800 miliar.Sebagian investor berkantong besar, kini juga telah menghindari pasar saham Arab Saudi dan memilih untuk keluar demi menyelamatkan dananya.
(ir/)











































