BI Akui Rupiah Sedang 'Batuk'

BI Akui Rupiah Sedang 'Batuk'

- detikFinance
Senin, 15 Mei 2006 14:53 WIB
Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah mengakui nilai tukar rupiah saat ini tengah menderita sakit "batuk-batuk". BI pun turun tangan memberi "obat" melalui intervensi pasar."Memang hari ini batuk-batuk tadi pagi. Sekarang sudah kembali lagi ke posisi awal, tempat yang tepat Rp 8.750 per dolar," tegas Burhanuddin di sela-sela mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/5/2006).Nilai tukar rupiah sendiri pada sesi siang ini akhirnya menembus kembali level 9.000 per dolar AS, seiring melorotnya IHSG hingga 72 poin (4,7 persen).Burhanuddin menjelaskan, banyak faktor yang membuat nilai tukar rupiah kembali terkapar, yakni dari internal dan eksternal."Hari ini saya mendengar berita beberapa hedge fund loss di Brasil dan Turki. Kemudian pasar regional agak uneasy, juga masalah-masalah domestik mengenai apa yang dibicarakan hari ini. Bagaimana rencana kita ke depan, bagaimana investasi akan dilakukan," jelasnya.Burhanuddin menegaskan, dinamika pasar kali ini harus tetap dicermati agar tidak terjadi pelemahan yang drastis. "Tapi yang paling penting, ini dinamika harian yang harus kita cermati. Jangan sampai menjadi kecenderungan jangka panjang yang terlalu jauh," tegasnya.Karena itu, lanjut dia, BI sudah masuk ke pasar untuk menenangkan rupiah.Intervensi? "Silakan dibaca seperti itu, atau seperti apa," ujarnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads