Kabiro Dirombak
Bapepam Harus Dengarkan Pasar
Selasa, 16 Mei 2006 14:29 WIB
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan perombakan level kepala biro (kabiro) di lingkungan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).Barisan kabiro yang baru ini diminta untuk terus membangun kepercayaan pasar dengan lebih banyak membuka mata dan melebarkan telinga, sehingga tahu apa yang dikendaki pasar."Yang perlu diperhatikan oleh pejabat Bapepam dan LK adalah peningkatan iklim yang lebih kondusif untuk menarik lebih banyak investor," kata Menkeu.Hal itu disampaikan Menkeu usai melantik pejabat eseleon II di lingkungan Bapepam dan DJLK, Ditjen Piutang dan Lelang Negara, Sekretariat Jenderal, serta Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Departemen Keuangan (Depkeu), di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (16/5/2006).Menkeu menjelaskan, selain menjaga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Bapepam juga harus melakukan sesuatu yang benar-benar mengedukasi publik. Tujuannya untuk menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi calon emiten dan calon investor.Saat ini, ungkap Menkeu, kapitalisasi modal Bursa Efek Jakarta (BEJ) lebih dari Rp 1.000 triliun. Dana itu tersebar dari aset dana pensiun, perusahaan asuransi serta lembaga keuangan bukan bank yang jumlahnya ratusan triliun rupiah.Dalam perombakan ini, sejumlah nama baru menempati pos baru dan nama lama diputar posisinya. Total pejabat Bapepam yang dilantik oleh Menkeu sebanyak 12 orang, terdiri dari 6 orang baru dan 6 lagi pejabat lama yang posisinya diputar.Abraham Bastari menduduki Sekretaris Bapepam dan LK. Abaraham yang sebelumnya menjabat Kabiro Pemeriksaan dan Penyidikan kini digantikan oleh Wahyu Hidayat.Robinson Simbolon tetap menjabat sebagai Kabiro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum. Freddy Saragih menempati posisi Kabiro Riset dan Teknologi Informasi.Kabiro Pengelolaan Investasi diisi oleh nama baru Djoko Hendratto. Sedangkan Arif Baharudin menjabat Kabiro Transaksi dan Lembaga Efek, menggantikan Arys Ilyas yang telah pensiun.M Noor Rachman sebagai Kabiro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa. Nurhaida sebagai Kabiro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil.Anis Baridwan tetap menjabat sebagai Kabiro Standar Akuntansi dan Keterbukaan. Ngalim Sawega sebagai Kabiro Perbankan, Pembiayaan dan Penjaminan. Isa Rachmatarwata menjadi Kabiro Perasuransian dan Mulabasa Hutbarat sebagai Kabiro Dana Pensiun.
(ir/)











































