Rupiah Jatuh Lagi ke 9.200/US$
Selasa, 16 Mei 2006 17:42 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah belum sembuh dari 'batuk-batuk'. Setelah level Rp 9.000 per dolar AS jebol, rupiah kini merosot lagi.Pada penutupan perdagangan Selasa (16/5/2006), rupiah melemah lagi ke level 9.220 per dolar AS. Rupiah bahkan sempat terperosok hingga level 9.470 per dolar AS.Sementara pada penutupan kemarin, rupiah merosot lebih dari 5 persen ke level terendah dalam dua bulan yakni 9.160 per dolar AS. Chief Economist PT Bank Internasional Indonesia (BII), Ferry Latuhihin mengatakan, kejayaan rupiah kini berakhir sudah. Pengelola dana (hedge fund) yang masuk ke pasar berkembang (emerging market) seperti Indonesia, Thailand dan Filipina, kini memilih kembali ke hard currency memegang euro dan yen.Sementara Menko Perekonomian Boediono meyakini pelemahan rupiah dan indeks adalah pengaruh dari faktor regional dan hanya bersifat sementara. "Kebijakan untuk mengatasi IHSG dan kurs adalah menjaga fundamental tetap mantap," tegas Boediono di Gedung Depkeu.Boediono juga menilai, keluarnya aliran modal pada kondisi saat ini adalah normal. "Beberapa waktu lalu, kita mengalami capital inflow yang tinggi dari negara lain termasuk kurs. Kalau ada adjustment seperti ini, pada saat ini ya, normal-normal saja," ujar Boediono optimistis. Pemerintah akan berupaya menjaga keseimbangan fiskal, arus barang, ekspor dan impor serta hal-hal lain yang mempengaruhi fundamental perekonomian Indonesia. "Kebijakan kita benar sehingga tinggal memperkuat," tambahnya.
(qom/)











































