Rupiah Melemah
Paskah: Pemerintah Tidak Panik
Selasa, 16 Mei 2006 20:25 WIB
Jakarta - Pemerintah menilai depresiasi atau pelemahan rupiah masih dalam batas yang wajar. Oleh karenanya, pemerintah masih optimis dan tidak panik, kendati nilai tukar rupiah terus menerus melemah."Pemerintah tidak panik dan pemerintah masih optimis. Ini masih dalam prediksi relevan," kataMenteri Negara PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta di sela-sela Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/5/2006). Menurut Paskah, pelemahan rupiah ini disebabkan karena adanya peningkatan suku bunga The Fed dari 4,75 persen menjadi 5 persen. "Ditambah lagi meningkatnya harga minyak dunia," imbuhnya. Paskah mengungkapkan, target nilai tukar rupiah pada 2006 dipatok pada Rp 9.000 per US$ dan pada 2007 Rp 9.200 per US $. "Pelemahan rupiah ini hanya sementara dan masih dalam batas yang dapat ditolerir," jelasnya.Untuk mengatasi pelemahan rpiah itu, pemeirntah akan mengambil sejumlah kebijakan, Namun kebijakan itu tergantung dari rekonsiliasi antara pemerintah dan Bank Indonesia. Ditemui terpisah, pengamat ekonomi Raden Pardede mengungkapkan pelemahan rupiah ini akan berlangsung sementara dan akan kembali stabil pada satu minggu ke depan. Hal itu dikarenakan para investor sudah mulai melakukan penyesuaian terhadap gejolak yang ada."Penyesuaian investor biasanya 3-4 hari. Paling lama 1 minggu. Setelah itu mulai rasional. Artinya paniknya sudah bisa hilang," kata Wakil Direktur Utama PT Perusahaan pengelola Aset (PPA) itu.
(ary/)











































