STT Bertekad Besarkan Indosat

STT Bertekad Besarkan Indosat

- detikFinance
Kamis, 18 Mei 2006 11:56 WIB
Jakarta - Rencana pemerintah untuk membeli kembali saham PT Indosat Tbk, makin sulit terealisasi. Bukannya melepas, Singapore Technologies Telemedia (STT) justru bertekad membesarkan Indosat.STT membeli saham Indosat 41,94 persen melalui anak usahanya Indonesia Communications Limited (ICL) pada akhir tahun 2002, dan kini sahamnya berjumlah 40,37 persen (berdasarkan data BEJ per 30 April 2006).STT menegaskan, investasinya di Indosat merupakan investasi jangka panjang dan belum ada rencana untuk melepas kepemilikan sahamnya di perusahaan tersebut."Kabar yang beredar ketika lock up period saham habis, kami akan menjual itu merupakan kesalahpahaman. Investasi kami di Indosat bukan investasi jangka pendek membeli lalu membiarkan begitu saja, tapi investasi jangka panjang dan kami berencana tumbuh bersama Indosat," kata Senior Vice President (SPV) Strategic Relations & Corporate Communication STT, Kuan Kwee Jee dalam perbincangannya kepada detikcom dan Antara di Jakarta, Rabu (17/5/2006).Menurut Kuan, STT berencana menambah sahamnya di Indosat jika hal itu memungkinkan. Sayangnya, ungkap Kuan, regulasi di Indonesia tidak membolehkan kepemilikan asing di perusahaan telekomunikasi di atas 49 persen.Meski saat ini belum bisa menambah saham di Indosat, Kuan menegaskan, STT tidak berencana melakukan akuisisi perusahaan serupa di Indonesia."Kalau peraturannya berubah, kami akan menambah saham, tapi saya pikir pemerintah belum akan mengubah aturan itu. Saat ini masih banyak hal-hal lain yang perlu dilakukan, kami juga memiliki program ESOP dari saham yang dimiliki STT kepada karyawan," papar Kuan.Masuknya STT ke Indosat, menurut Kuan, justru menambah berbagai keuntungan, seperti kemampuan untuk memiliki jaringan global bersama perusahaan lain di seluruh dunia yang sahamnya dimiliki oleh STT.Penerapan teknologi baru juga lebih cepat didapat oleh Indosat karena adanya transfer dari perusahaan telekomunikasi lain yang dimiliki STT.Selain itu, STT juga memiliki program pertukaran karyawan, misalnya karyawan Indosat dipekerjakan dan diberi kesempatan untuk bekerja di Starhub atau Global Crossing."Indosat lebih cepat untuk mengadaptasi teknologi baru, untuk 3G yang lisensinya sudah didapat teknologinya akan ditransfer dari Starhub," ujar Kuan.Jaringan global yang dimiliki STT, lanjut Kuan, memperkecil biaya Indosat untuk melakukan transfer teknologi, maupun roaming serta memberi kredibilitas lebih bagi Indonesia di mata Internasional. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads