3 'Resep' BI Atasi Rupiah
Kamis, 18 Mei 2006 13:12 WIB
Denpasar - Nilai tukar rupiah dalam sepekan ini bergejolak cukup tajam. Sempat jatuh ke titik terendah, bangkit dan jatuh lagi. Apa upaya Bank Indonesia untuk meredamnya?Gubernur BI Burhanuddin Abdullah menegaskan, ada tiga langkah yang harus ditempuh untuk menjaga kestabilan rupiah.Pertama, menjaga interest rate differential rupiah agar investor tetap nyaman untuk berinvestasi.Kedua, menjaga konsistensi kebijakan pemerintah dan BI.Ketiga, pemerintah, BI dan semua pihak menjaga pernyataan agar koheren dalam rangka menjaga situasi tetap kondusif.Burhanuddin berharap, setelah para investor menyadari bahwa tidak ada faktor fundamental dari dalam negeri yang mempengaruhi, maka nilai tukar rupiah akan segera membaik."Dan pasar nanti akan men-jugde sendiri setelah dia menyadari bahwa semua ekspektasinya tidak seperti yang diharapkan," jelas Burhanuddin yang ditemui di sela diskusi yang diadakan di Kantor Cabang BI Denpasar, Jalan Tjok Agung Tresna, Denpasar, Bali, Kamis (18/5/2006).Burhanuddin melihat, sebenarnya pasar sudah mulai pulih pada perdagangan kemarin. "Kita melihat bahwa eksportir sudah mulai menjual devisanya, bahkan sudah ada yang masuk ke SUN, SBI dan saham sehingga saham agak tertahan. Ini suatu perkembangan yang baik," jelasnya.Namun pada hari ini, nilai tukar rupiah akhirnya harus melorot lagi. "Sedangkan hari ini adalah persoalan yang sifatnya temporer yaitu sentimen yang diakibatkan oleh adanya data baru dari perekonomian AS," tandasnya.
(qom/)











































