Arpeni Akan Beli 28 Unit Kapal

Arpeni Akan Beli 28 Unit Kapal

- detikFinance
Jumat, 19 Mei 2006 13:58 WIB
Jakarta - Perusahaan pelayaran, PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL), akan menambah 28 armada kapalnya pada tahun ini dengan dana yang dianggarkan dalam capital expenditure (capex) US$ 132 juta."Hampir semua capex akan digunakan untuk menambah 28 unit kapal yang terdiri dari bulk carrier, general cargo dan floating crane," kata Dirut Arpeni, Oentoro Surya dalam konferensi pers di Gedung Graha Niaga, Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (19/5/2006).Capex tersebut sebanyak US$ 70 juta berasal dari penerbitan obligasi dolar yang baru diterbitkan perseroan. Sebesar US$ 20 juta rencananya dari pinjaman bank dan sisanya dari internal.Dengan penambahan armada itu, Arpeni menargetkan pertumbuhan laba bersih 2006 sebesar 30 persen, dibanding perolehan laba bersih tahun 2005 sebesar Rp 168,7 miliar.ObligasiSementara obligasi yang diterbitkan perseroan US$ 160 juta transaksinya ditutup pada 3 Mei lalu. Obligasi ini mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed sebanyak 8 kali.Obligasi tersebut dicatatkan di Singpore Stock Exchange (SSX), memiliki tenor 7 tahun dan bunga tetap 8,75 persen per tahun yang akan jatuh tempo 3 Mei 2013.Obligasi ini dibeli oleh investor Hongkong sebanyak 30 persen, Eropa 28 persen, Singapura 20 persen, AS 18 persen dan Indonesia 4 persen."Dana hasil obligasi sebesar US$ 90 juta akan digunakan untuk refinancing utang konvensional ke bank, dan sisanya untuk menambah capex," ungkap Oentoro.Arpeni memiliki utang bank senilai total US$ 90 juta kepada bank di dalam dan luar negeri seperti Fortis Belanda, BNI, Bank Niaga dan Bank Permata.Setelah refinancing dilakukan, utang perseroan yang tersisa hanya utang obligasi dengan nilai total Rp 271 miliar dan US$ 160 juta."Selain yang US$ 160 juta, kita ada utang obligasi MTN Rp 100 miliar yang jatuh tempo 2007 dan obligasi dalam negeri Rp 171 miliar dan jatuh tempo 2008," papar Oentoro.Saat ini perseroan memiliki pangsa pasar dalam negeri sebesar 44 persen dan ekspor 3 persen. Walaupun pangsa pasar ekspor lebih kecil, tapi mayoritas pengguna jasa sebanyak 60 persen adalah pihak asing. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads