BI Tak Mau Salah Langkah Atasi Pelemahan Rupiah
Senin, 22 Mei 2006 11:15 WIB
Jakarta -
Nilai tukar rupiah kembali merosot mencapai Rp 9.325 per dolar AS. Bank Indonesia (BI) akan mengambil kebijakan secara hati-hati agar tidak salah langkah."Kalau kita salah mengambil langkah, bisa mengakibatkan yang lebih buruk dari yang seharusnya," ujar Deputi Gubernur Senior BI Miranda S Goeltom usai acara Peringatan Indonesia Day yang diselenggarakan Standard Chartered Bank (SCB) di Wisma SCB, Jakarta, Senin (22/5/2006).Pelemahan rupiah saat ini, lanjut Miranda, merupakan dampak dari faktor global. "Kita harapkan agar cepat normal. Karena di dunia juga sudah agak kalem," ujarnya.Miranda berharap para pelaku pasar melihat kredibilitas kebijakan, baik fiskal dan moneter, sehingga kondisi bisa pulih seperti semula. "Sehingga meskipun kemarin sempat menurun, ia akan kembali ke keadaan normal dalam waktu yang tidak terlalu lama," tegasnya.Soal kenaikan peringkat Indonesia oleh Moody's, Miranda mengakui hal itu sudah diperhitungkan oleh pelaku pasar sebelumnya. Sehingga Moody's secara resmi mengumumkan kenaikan peringkat itu, pelaku pasar tak lagi kaget, bahkan rupiah malah melemah."Itu sudah di-factor in. Kemarin begitu banyak capital inflow masuk ke Indonesia, karena sudah mem-factor in faktor-faktor yang sudah dinyatakan oleh Moody's," tandas Miranda.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
