IHSG Makin Terperosok 83 Poin

Emerging Market Terkapar

IHSG Makin Terperosok 83 Poin

- detikFinance
Senin, 22 Mei 2006 17:30 WIB
Jakarta - Aksi ngacir pemilik modal yang menyerbu dolar AS, membuat bursa saham di negara berkembang (emerging market) terkapar.Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pada penutupan Senin (22/5/2006), terperosok semakin dalam hingga 83,945 poin (6,03%) pada level 1.309,045.Penurunan indeks ini tidak cuma menyerang hampir seluruh bursa di Asia tapi juga bursa global. Indeks Nikkei jatuh 1,84%, Hang Seng turun 3,11%, STI Singapura turun 3,10%Bahkan bursa saham di India sempat dihentikan perdaganganya selama satu jam karena penurunannya mencapai 10,1 persen. Sementara bursa di Eropa yang baru dibuka siang tadi juga ikut terpuruk."Faktor pemicunya karena turunnya harga sejumlah komoditas tambang seperti emas sehingga saham pertambangan anjlok. Kedua, antisipasi terhadap kenaikan suku bunga baik di AS, Cina maupun Eropa," kata Rohma Fitri, analis dari BNI Securities.Pasar saham global jatuh, menurut Fitri, karena kecenderungan secara global market yang terlalau cepat naik. Pengaruh lainnya kecenderungan kenaikan suku bunga di negara maju.Pasar emerging market yang lolos dari keterpurukan hari ini adalah Filipina, Yordania, dan Cina, karena memang ungkap Fitri, investor asingnya dibatasi.Kejatuhan saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ) ini juga, kata Fitri, terseret oleh melemahnya rupiah terhadap dolar AS yang kini di level 9.315 per dolar AS."Kemungkinan investor yang keluar ini pindah ke currency dengan membeli dolar yang hari ini menguat," tukas Fitri. Indeks LQ-45 turun 19,837 poin pada level 288,271, Jakarta Islamic Index (JII) turun 16,628 poin pada level 232,114, Main Board Index (MBX) turun 22,677 poin pada level 362,544 dan Development Board Index (DBX) turun 17,980 poin pada level 244,344.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 28.541 kali, pada volume 3,244 miliar unit saham, senilai Rp 2,854 triliun. Dari jumlah saham yang aktif ditransaksikan, hanya 4 saham yang naik, sisanya 159 saham turun dan 31 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 900 menjadi Rp 11.250, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 825 menjadi Rp 3.975, United Tractors (UNTR) turun Rp 650 menjadi Rp 4.950, Astra Internasional (ASII) turun Rp 600 menjadi Rp 10.050, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 525 menjadi Rp 3.025.Indosat (ISAT) turun Rp 400 menjadi Rp 4.700, Medco Energi Internasional (MEDC) turun Rp 350 menjadi Rp 3.800, Telkom (TLKM) turun Rp 350 menjadi Rp 7.200, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 200 menjadi Rp 3.900, dan Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 180 menjadi Rp 1.690.Sedangkan 4 saham yang naik harganya di top gainer adalah, Hero Supermarket (HERO) naik Rp 100 menjadi Rp 5.900, AKR Corporindo (AKRA) naik Rp 10 menjadi Rp 1.900, Zebra Nusantara (ZBRA) naik Rp 5 menjadi Rp 45 dan Delta Dunia Petroindo (DOID) naik Rp 5 menjadi Rp 45. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads