SBY: Rupiah Sudah Kebablasan
Selasa, 23 Mei 2006 16:22 WIB
Mataram - Nilai tukar rupiah kembali merosot ke 9.300 per dolar AS. Namun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai pelemahan itu wajar karena penguatan rupiah yang terjadi sebelumnya sudah kebablasan."Kalau rupiah anjloknya agak kuat, karena 4 bulan terakhir nilai tukar semuanya memang membaik terhadap dolar AS. Sedangkan Indonesia membaiknya kebablasan, sehingga ketika terjadi koreksi, maka koreksinya juga besar," ujar SBY.Hal tersebut disampaikan SBY dalam pidatonya saat membuka Rapat Kerja Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Hotel Grand Legi, Mataram, Selasa (23/5/2006).Dalam kesempatan tersebut, SBY meminta agar para gubernur tetap memantau perkembangan global, misalnya soal minyak dunia. SBY menjelaskan, krisis di Timur Tengah telah mempengaruhi harga minyak dunia yang kini berada di level US$ 70 per barel."Kalau sampai US$ 100 per barel, itu kan resesi ekonomi dunia," ujarnya.Mengenai pelemahan kurs dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir-akhir ini, SBY menilai hal itu disebabkan oleh faktor global. "Sehingga pandai-pandailah dan jangan menambah kepanikan diri sendiri, jangan kehilangan orientasi. Kita tata semua sehingga kita bisa me-manage-nya," imbau SBY.SBY juga menilai kurs rupiah 9.200-9.300 per dolar AS sudah sesuai dengan kondisi global saat ini. "Oleh karena itu, kalau kursnya pas itu baik bagi impor maupun ekspor dan juga baik untuk pembayaran utang," jelas SBY.Kepala negara juga mengimbau agar pelaku pasar tidak panik, karena secara fundamental, perekonomian Indonesia cukup kuat. "Cadangan devisa kita tertinggi sepanjang sejarah US$ 43,8 miliar. Yang jelas kita harus kelola dengan baik," katanya.Namun SBY mengakui, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2006 kurang baik yakni hanya 4,5 persen. Kurang memuaskannya angka pertumbuhan itu menurut SBY dipicu oleh belum pulihnya daya beli masyarakat. Sementara anggaran pemerintah belum sepenuhnya terserap.
(qom/)











































