Dua Direksi Borong Saham Perusahaan Sendiri, Ada Apa Dengan UNVR?

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 31 Mar 2022 15:03 WIB
Ilustrasi Saham
Foto: Dok. Freepik
Jakarta -

Sepanjang Maret 2022, dua pimpinan PT Unilever Indonesia Tbk, (Unilever) memborong saham perusahaannya sendiri yang berkode UNVR. Kondisi ini tentu menarik perhatian pelaku pasar.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada 28 Maret 2022, Direktur Utama Unilever Indonesia Ira Noviarti menambah porsi kepemilikan saham sebanyak 870.000 lembar saham.

Selang sehari sebelumnya, Direktur Unilever Indonesia Ainul Yaqin memborong saham UNVR sebanyak 296.000 pada harga Rp 3.380 per saham. Sehingga menjadikan total kepemilikan sebanyak 338.200 lembar saham yang ditujukan untuk keperluan investasi.

Ainul Yaqin adalah eksekutif yang paling baru bergabung di dewan direksi Unilever Indonesia, dan sebelumnya tercatat sebagai eksekutif senior di Gojek Indonesia. Dengan demikian total kepemilikan Ira dan Yaqin dapat mencapai lebih dari 1,2 juta lembar saham setelah penambahan porsi kepemilikan.

Pengamat Pasar Modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia, Reza Priyambada menilai kinerja dari PT Unilever Indonesia Tbk, (UNVR) dilihat dalam beberapa tahun terakhir masih mencatatkan kinerja yang baik.

Produk-produk emiten dengan kode saham UNVR ini masih banyak dikonsumsi oleh masyarakat karena termasuk barang kebutuhan esensial yang dipakai sehari-hari. Sebagai perusahaan besar, saham Unilever masih layak dikoleksi mengingat proyeksi kinerja yang terus meningkat. Maka tak heran jika kemudian ada dua direksi perseroan yang memborong saham UNVR.

"Saya melihat emiten sebesar UNVR, harusnya menjadi emiten yang masih layak beli. Bukan hanya karena harga sahamnya yang memang lagi turun, kita lihat juga dari manajemennya yang memiliki komitmen terhadap kinerja perusahaannya," ucap Reza, Rabu (31/3/2022).

Disampaikan Reza, secara fundamental pun, Unilever positif. Banyak inovasi dan terobosan untuk meningkatkan kinerja khususnya ketika dihantam pengurangan tren penurunan mobilitas masyarakat selama pandemi.

"Secara umum, dalam menilai emiten layak dibeli atau enggak dilihat dari kinerja fundamentalnya hingga kualitas manajemen dalam mengelola perusahaannya," ujarnya.

Apalagi, saat ini harga UNVR, sudah masuk kategori murah. Ditunjang tren pemulihan ekonomi dan kemungkinan perbaikan daya beli, ada sinyal positif untuk mengerek kinerja.

"Kalau pernah lihat UNVR pernah di 7000an trus sekarang di 3000an, ya berarti memang sudah murah," ucapnya.

Sehingga jika direksi beli saham UNVR, dapat dibaca sebagai sinyal ke publik bahwa terus dilakukan perbaikan dan mengindikasikan bahwa saham UNVR masih layak beli untuk investasi dalam jangka panjang.

"Bisa dibilang seperti itu. Sama halnya seperti emiten lain dimana BoD maupun Dewan komisarisnya ikut membeli saham perusahaannya. Justru mereka ingin mengirimkan sinyal ke pasar kalau UNVR itu masih layak invest," ujar Reza.

Diketahui UNVR gencar menggenjot lima prioritas strategis di tahun 2022 yakni memperkuat potensi portofolio brand melalui inovasi, diversifikasi produk ke segmentasi value dan premium; memperkuat posisi di channel utama (GT dan Modern Trade) dan channel masa depan (e-Commerce); memimpin kanal digital serta tetap menjadi yang terdepan dalam mewujudkan bisnis yang berkelanjutan.

Beberapa contoh perwujudan prioritas strategis tersebut adalah berbagai upaya transformasi end-to-end secara menyeluruh untuk terus bisa bersaing dan relevan di masa yang akan datang (future-fit), misalnya dalam hal kapabilitas dan operasional perusahaan, juga kanal penjualan.

Untuk kanal penjualan, UNVR menempatkan perhatian yang sama pada sisi B2B dengan pengembangan aplikasi Sahabat Warung untuk pelanggan, dan B2C dengan terus meningkatkan kehadiran di berbagai lokapasar serta aplikasi belanja yang kini menjadi preferensi konsumen sejak pandemi. Hasilnya, UNVR dikabarkan berhasil melipat gandakan volume penjualan di lokapasar pada tahun 2020.

Analis sektor konsumen dari BRI Danareksa, Natalia Sutanto sebelumnya menyampaikan, penurunan harga saham UNVR sudah masuk fase bottoming dan memberikan rating BUY atas saham ini dengan target harga di Rp 4.300/saham.

"Pada harga saham saat ini, UNVR diperdagangkan pada PE FY22F 21.4x, masih lebih rendah dari rekan-rekan globalnya (23,9x). Perlu juga dicatat bahwa perusahaan menawarkan hasil dividen 4,5%. Kami rasa harga saham sudah berada di bawah," tulis Natalia dalam laporannya.

Berdasarkan keterbukaan informasi, baik Ainul Yaqin dan Ira Noviarti mengakuisisi saham UNVR dengan tujuan investasi dengan kepemilikan saham langsung.



Simak Video "Yuk, Ikut Restorasi Ekosistem dengan Jadi #GenerasiPilahPlastik! "
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)