Dolar AS Sekarang di Rp 14.300, Waktu Krismon 1998 Berapa?

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 19 Apr 2022 11:49 WIB
Nilai tukar rupiah hari ini mengalami koreksi harian terparahnya di 2015. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 13.795 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.610 per dolar AS. Petugas vallas di Money Changer Dolarindo Melawai, Jakarta Selatan menunjukan uang dolar AS, Rabu (12/8/2015). Rachman Haryanto/detikcom.
Perbandingan Dolar AS Saat Ini dengan Krismon 98/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Hingga saat ini, mata uang dolar Amerika Serikat (AS) masih banyak digunakan sebagai alat transaksi internasional maupun aset investasi. Karenanya tidak heran bila sering kali nilai tukar dolar AS menekan mata uang sejumlah negara berkembang, termasuk Indonesia.

Meski demikian, belakangan ini dominasi dolar AS terhadap rupiah tengah melemah. Melansir dari data RTI, Selasa (19/4/2022), nilai tukar dolar AS pagi ini melemah terhadap rupiah.

Pagi ini, nilai mata uang Paman Sam tercatat mengalami penurunan sebanyak 79 poin (0,55%). Hal ini menyebabkan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah berada di level Rp 14.333.

Adapun dalam setahun terakhir nampak bahwa nilai tukar rupiah dapat lebih mendominasi dolar AS. Dalam setahun terakhir, nilai tukar dolar AS mengalami penurunan sebanyak 1.16% terhadap rupiah.

Melihat kondisi ini, nampak bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sudah cukup stabil. Terlebih bila dibandingkan dengan kondisi nilai tukar rupiah saat tengah menghadapi krisis pada 1998 silam.

Pergerakan dolar AS tahun ini memang berbeda dengan saat krisis 1998. Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di kisaran Rp 2.000 dengan titik terendah nya di Rp 1.977 per dolar AS pada tahun 1991.

Sampai akhirnya terjadi krisis moneter (krismon) dan terjadi pelemahan rupiah yang sangat drastis. Rupiah terus terkikis seiring kian rontoknya cadangan devisa Indonesia.

Dolar AS bertahan di kisaran Rp 2.000-2.500 karena Indonesia belum menganut rezim kurs mengambang. Sistem kurs terkendali yang dianut membuat orde Baru ingin dolar AS harus bertahan di level itu.

Setelah meninggalkan kurs mengambang, dolar AS secara perlahan mulai merangkak ke Rp 4.000 di akhir 1997, dan lanjut ke Rp 6.000 di awal 1998.

Setelah sempat mencapai Rp 13.000, dolar AS sedikit menjinak dan kembali menyentuh Rp 8.000 pada April 1998. Namun pada Mei 1998, Indonesia memasuki periode kelam. Penembakan mahasiswa, kerusuhan massa, dan kejatuhan Orde Baru membuat rupiah kian 'terkapar'.

Sampai akhirnya dolar AS menyentuh titik tertinggi sepanjang masa di Rp 16.650 pada Juni 1998. Dolar AS kemudian berbalik arah setelah reformasi, seiring dengan kepercayaan investor yang sedikit demi sedikit kembali.

(fdl/fdl)