Geger Investasi Ala PayTren Yusuf Mansur, Para Ustaz Bicara Hukum Sedekah

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 20 Apr 2022 04:00 WIB
Ustaz Yusuf Mansur mengajak ribuan jemaahnya untuk membuka rekening tabungan di Bank Muamalat. Mereka sebagian besar merupakan member PayTren.
Foto: Danang Sugianto
Jakarta -

Banyak yang bertanya-tanya bagaimana sebenarnya hukum sodakoh atau sedekah dalam agama Islam. Pertanyaan yang muncul di publik itu dipicu model investasi yang diperkenalkan ustaz kondang Yusuf Mansur dalam hampir setiap ceramahnya.

Dalam catatan detikcom, Yusuf Mansur memang kerap menyelipkan konsep sedekah dalam hampir setiap ceramahnya. Dalam konsep sedekah yang disampaikannya, orang yang bersedekah dengan iklas maka akan diganti dengan barang atau harta yang nilainya berkali-kali lipat dari yang disedekahkan.

"Kalau mau sedekahin itu Avanza, kita salaman, besok mobil Alphard bakal parkir," begitu salah satu potongan ceramah Yusuf Mansur saat menyampaikan konsep sedekah yang dikutip detikcom, Rabu (20/4/2022).

Pernyataan serupa juga disampaikan Yusuf Mansur seperti terungkap dalam penggalan video lainnya.

"Motor berapa dijual? Rp7 juta. Kalo dikali 10, Rp70 juta. Laa ilaa ha illallah Muhammadurrosulullah. Enggak percaya, kafir. Enggak percaya kafir, tidak jadi sedekah motor bodoh."

Potongan-potongan video berisi konten serupa juga banyak beredar di media sosial hingga sempat bikin geger.

Rupanya, bukan hanya masyarakat umum yang berkomentar. Para ustaz dan cendikiawan muslim juga ikut tergelitik untuk mengomentari konsep sedekah namun dijanjikan keuantungan layaknya investasi yang digaungkan Yusuf Mansur tersebut.

Salah satunya datang dari Cak Nun.

Menurutnya, ada kekeliruan mendasar tentang konsep sedekah dengan iming-iming keuntungan. Bersedekah, kata Cak Nun, harus iklas tanpa pamrih, apa lagi sampai mengharap imbalan atau keuntungan. Bila sedekah dengan mengharap keuntungan, maka itu bukan sedekah melainkan investasi.

"Nggak usah pamrih! Jangan bersodakoh dengan niat ada kembalian 700 kali lipat. Sodakoh itu titik, ketika Anda ngasih," Tegas Cak Nun.

Komentar senada juga dilontarkan Buya Yahya. Ia menilai apa yang disampaikan oleh Yusuf Mansur bukan cara sedekah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Hal itu disampaikan oleh Buya Yahya dalam ceramahnya. Video ceramah tersebut kemudian di upload ke media sosial.

"Kemudian 'jika kau pria siapa yang begini kemudian berinfaq pahalanya begini, bersedakahlah begini' itulah cara nabi. Bukan menunjuk 'ente, kasih sedekah ya. Cincinmu bagus jual ya' nggak ada begitu. Nabi tidak mengajarkan begitu," kata Buya Yahya.

Komentar lebih menggelitik datang dari Aa Gym. Ia mengajak untuk para jamaah untuk lebih bijak dalam bersedekah.

Aa Gym memberikan peringatan untuk para jamaah yang mendengar ceramah Ustaz Yusuf Mansur. Jika terbujuk rayuan dan ceramahnya, kita bisa jatuh miskin tidak memiliki apa-apa.

"Hati hati ya, kalau dengar ceramah beliau bisa habis itu harta kita," ujar Aa Gym dalam video ceramahnya yang beredar di media sosial, dilihat detikcom, Rabu (20/4/2022).

"Wah bener pak, 'aa punya apa?' Ya alhamdulillah. 'Ayo punya rumah yang paling bagus nggak di kota? Sedekahkan'," imbuh Aa Gym.

"Pokoknya harta apa yang aa sukain sedekahkan. Loss... punya mobil lepas.. tanah... yang puluhan nabung ada, loss.. Itu dua hari abis itu hartanya," tukasnya diiringi suara tawa para jamaah.

(dna/dna)