Kerja Sama dengan Valbury, Gotrade Buka Peluang Investasi Saham AS

Nada Zeitalini Arani - detikFinance
Rabu, 20 Apr 2022 15:11 WIB
Gotrade
Foto: Gotrade
Jakarta -

Investasi menjadi tren yang kini cukup digandrungi masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu aplikasi Investasi Gotrade baru saja merilis produk lokal pertamanya di Indonesia melalui kemitraannya dengan broker berlisensi Bappebti, Valbury Asia Futures.

Gotrade merupakan startup yang bergerak pada bidang investasi hingga pasar saham Amerika Serikat (AS). Gotrade Indonesia memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi mulai dari $1 seperti Tesla, Apple, Google dan lain-lain pada platform yang mudah digunakan dan bebas komisi.

Gotrade memiliki visi dan misi investasi menyenangkan, adil dan sederhana. Pendiri Gotrade Rohit Mulani mengungkapkan berinvestasi di Indonesia, maupun di negara lain di Asia Tenggara sangatlah tidak adil.

"Mereka kebanyakan hanya memiliki pilihan reksa dana dengan expense ratio yang melebihi 5%, atau produk tabungan seperti emas dengan spread sebesar 3% dan biaya tersembunyi yang semakin mengikis portofolio mereka - tidak hanya oleh pemain lama tetapi juga oleh perusahaan yang dimaksudkan untuk menjadi disruptor," ujar Rohit dalam keterangan tertulis, Kamis (14/4/2022).

"Kami percaya bahwa investasi harus adil dan pengguna tidak harus menanggung biaya yang bersifat predatorial ini," imbuhnya.

Sebelumnya untuk membeli saham AS dari Indonesia harus menggunakan pialang saham asing atau memperdagangkan CFD secara lokal. Meski pialang saham lokal tidak diizinkan menawarkan saham AS di Indonesia, namun broker derivatif lokal, yang diatur oleh Bappebti, diizinkan untuk menawarkan derivatif saham AS di Indonesia. Oleh karena itu, Gotrade Indonesia dan Valbury bekerja sama dengan tim di Bappebti untuk memungkinkan investasi berbasis dolar dan investasi saham pecahan 9 desimal.

Selain itu, lanjut Rohit, Gotrade Indonesia memberikan investasi yang adil pada para tradernya dengan menjanjikan tidak akan ada biaya tersembunyi serta transparansi seluruh biaya. Gotrade Indonesia juga tidak menambahkan spread atau komisi pada perdagangannya dan hanya mengenakan biaya PPN US$0,11 dan biaya pelaporan transaksi Bursa Berjangka Jakarta sebesar US$0,02 per perdagangan.

Sistem pemasukan atau investasi pada Gotrade Indonesia yaitu dengan membebankan 1,20% dalam biaya FX ketika pengguna memilih untuk deposit dalam Rupiah yang kemudian dikonversikan menjadi dolar AS untuk diperdagangkan.

Gotrade didirikan pada tahun 2019 oleh Rohit Mulani, Norman Wanto, dan David Grant dengan pendanaan modal sebesar $7 juta pada tahun 2021 dari LocalGlobe dan Social Leverage. Ada pula dukungan dari investor lokal seperti Kevin Aluwi dan super-angel Arya Setiadharma. Hanya dalam 6 bulan Gotrade berhasil telah mengumpulkan ratusan ribu pengguna di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Selain itu, Gotrade berhasil mengumpulkan $15,5 juta dalam putaran seri A yang dipimpin oleh Velocity Capital Fintech Ventures. Putaran investasi ini juga diikuti partisipasi dari investor seluruh dunia, seperti Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) [Jepang], BeeNext [Singapura], Kibo Ventures [Spanyol], Picus Capital [Jerman], dan juga investor yang sudah terlibat sebelumnya, seperti LocalGlobe [UK], Social Leverage [US] & Raptor [US].

Bersama dengan peluncuran Gotrade Indonesia juga diperkenalkan pendiri baru perusahaan yang juga Komisaris dari Valbury Grup Andrew Haryono. Rohit mengatakan Andrew telah terlibat sejak awal bisnis pada tahun 2019 dan telah berperan penting dalam membantu kami mencapai kesuksesan Gotrade sejauh ini.

"Dengan kemitraan bersama Valbury dan peluncuran Gotrade Indonesia, kami dapat membawa kemitraan kami ke tingkat yang baru dan semua orang merasa sudah waktunya untuk mengakuinya (Andrew) atas peran pentingnya selama ini, dan juga untuk tanggung jawab yang akan dia jalankan di masa depan perusahaan," ujar Rohit.

Menanggapi hal tersebut, Andrew menyebut Gotrade memiliki misi untuk memberikan inovasi pada dunia investasi di Indonesia. Setelah berkecimpung 20 tahun dalam dunia industri ia juga yakin tim yang ditemuinya sekarang akan mampu mengubah industri investasi.

"Saya bertemu dengan tim pada tahun 2019, saya tahu bahwa ini adalah tim yang akan mengubah industri ini. Saya senang menjadi bagian dari tim di Gotrade dan bersemangat untuk menjadi bagian dari fase berikutnya dari pertumbuhan pesat perusahaan," tutur Andrew.

Selain Andrew Haryono ada pula nama-nama lain yang berpengalaman di bidangnya turut bergabung bersama Gotrade. Ada David Grant yang sebelumnya merupakan CEO Charles Schwab Singapura, kemudian 2 eksekutif senior Tan Hui Lynn dan Jeremy Ng. yang bergabung dengan Gotrade sebagai General Counsel dan Chief Financial Officer.

Beberapa pegiat investasi di Indonesia juga turut menyampaikan pendapat mengenai hadirnya Gotrade Indonesia. Di antaranya Co-founder TernakUang Felicia Putri Tjiasaka yang menyampaikan Gotrade adalah platform investasi pertama di Indonesia yang dibangun berdasarkan prinsip-prinsip inti transparansi, keadilan, dan biaya rendah.

"Saya senang dengan peluncuran Gotrade Indonesia yang merupakan cara terbaik bagi masyarakat Indonesia untuk mengakses pasar modal terbesar di dunia, sesuatu yang sudah lama tidak dapat kami lakukan," kata Felicia.

Sementara President Director Jakarta Futures Exchange (JFX) Stephanus Paul Lumintang menuturkan JFX punya visi untuk mengenalkan produk inovatif sebagai sarana investasi alternatif bagi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu melalui kerja samanya dengan KBI, Gotrade dan Valbury akan memungkinkan masyarakat Indonesia untuk berinvestasi di brand-brand global seperti Tesla, Apple dan Netfix dengan hanya US $1 saja.

"Inovasi ini akan melengkapi lanskap investasi yang sudah ada dan membantu para investor untuk memiliki portofolio yang terdiversifikasi baik secara lokasi maupun dari kelas asset," tuturnya.

Di sisi lain, Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi menuturkan pihaknya mengapresiasi apa yang dilakukan Valbury Asia Futures atas inisiasi baru ini. Peluncuran Gotrade Indonesia pun diharapkan dapat menjadi katalis positif atas iklim investasi di Indonesia.

"Harapan kami, Valbury Asia Futures bisa bersama-sama pemangku kepentingan lain memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat, untuk memahami instrumen investasi ini dengan baik. Sebagai Lembaga Kliring, kami KBI akan menjalankan perannya sesuai dengan regulasi yang ada, yaitu terkait Penjaminan dan Penyelesaian Transaksi," tuturnya.

Artikel ini merupakan artikel sponsor kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. detikcom tidak bertanggung jawab atas setiap transaksi maupun kerugian yang mungkin terjadi dari penggunaan platform tersebut.

(ads/ads)