Trimegah Buka Divisi Syariah
Senin, 29 Mei 2006 15:23 WIB
Jakarta - Perusahaan efek, PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) akan membuka divisi syariah pada semester dua tahun ini. Dalam waktu yang bersamaan, perseroan juga akan menjual reksa dana berdenominasi dolar AS. Trimegah melirik bisnis keuangan syariah, karena menilai potensi pasar disini cukup lumayan. Begitu juga animo terhadap permintaan reksa dana dolar AS membuat perseroan terjun ke reksa dana valas.Untuk penerbitan reksa dana dolar ini, perseroan akan bekerja sama dengan institusi asing dari Singapura dan AS."Saat ini masih dalam masa penjajakan. Nanti juga belum tentu ditawarkan ke publik bisa jadi private offering jadi belum tentu juga ditawarkan ke publik," kata Dirut Trimegah Avi Dwipayana dalam publik ekspose di Hotel Crown, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (29/5/2006). Sementara Direktur Trimegah Rosinu mengatakan, walaupun perkembangan bank syariah masih dibawah bank konvensional, namun dari sisi jumlah aset sudah cukup besar.Menurut Rosinu, divisi syariah di Trimegah merupakan divisi syariah pertama di industri sekuritas yang khusus menangani produk-produk syariah. Apalagi, ungkap Rosinu, Bapepam saat ini juga sedang mempersiapkan aturan mengenai unit syariah untuk pasar modal."Produknya bisa berupa saham, obligasi dan pasar uang, belakangan akan banyak obligasi syariah, selain itu juga ada indeks Jakarta Islamic Index (JII)," kata Rosinu.Promissory NotesTrimegah juga berencana menerbitkan surat sanggup atau promissory notes ketiga yang diharapkan efektif 2 Juni mendatang dengan nilai Rp 60 miliar. Dana tersebut untuk modal kerja perseroan.Sebelumnya, Trimegah telah mengeluarkan promissory notes I dan II dengan total nilai Rp 79,8 miliar. Promissory notes I ini akan jatuh tempo 1 Juni mendatang."Penerbitan promissory notes sifatnya private offering dengan maksimal 50 pihak dengan tenor 3 bulan. Saat ini 90 persen telah terpesan," ujar Rosinu.Sementara dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) hari ini juga disetujui pembagian dividen sebesar Rp 10 per saham. Total dividen itu Rp 34 miliar atau 50 persen dari laba bersih tahun 2005 yang sebesar Rp 71,8 miliar dan akan dibayarkan pada 6 Juli mendatang.
(ir/)











































