Cetak Laba Rp 2,6 Triliun, BTPN Tak Bagi Dividen Tahun Ini

Ilyas Fadhilah - detikFinance
Kamis, 21 Apr 2022 19:05 WIB
Logo BTPN
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta -

PT Bank BTPN (Persero) Tbk meraup laba bersih sebesar Rp 2,6 triliun pada tahun 2021. Raihan ini naik 52% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 1,75 triliun.

Hal tersebut diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank BTPN Tbk dalam rangka persetujuan atas laporan keuangan tahun buku 2021 pada Kamis, (21/4/2022) di Jakarta.

Sementara itu, total kredit yang disalurkan Bank BTPN per akhir Desember 2021 tercatat sebesar Rp 135,60 triliun, dengan segmen korporasi, komersial, dan syariah membukukan pertumbuhan kredit sebesar 9%.

Lalu, per 31 Desember 2021, Bank BTPN mencatat kenaikan aset sebesar 5% dari Rp 183,17 triliun menjadi Rp 191,92 triliun, dengan rasio kecukupan modal mencapai 26,2%, liquidity coverage ratio (LCR) 187,3%, dan net stable funding ratio (NSFR) 126,6%.

"Pada tahun 2022, Bank BTPN akan fokus untuk menumbuhkan penyaluran kredit dengan menerapkan selera risiko melalui bisnis rantai nilai. Di samping itu, Bank BTPN juga akan fokus untuk meningkatkan kemampuan Jenius sebagai platform, mengoptimalkan saluran distribusi, menambah kolaborasi lintas unit bisnis, dan melakukan kemitraan strategis dengan ekosistem pasar," kata Dini Herdini, Direktur Kepatuhan Bank BTPN dalam keterangannya, Kamis (21/4/2022).

Para pemegang saham juga menyetujui usulan Bank BTPN untuk tidak membagikan dividen dan menetapkan laba bersih 2021 setelah dikurangi penyisihan cadangan wajib, sebagai laba ditahan.

"Kami mengapresiasi para pemegang saham yang telah memutuskan untuk menggunakan laba bersih sebagai cadangan wajib dan laba ditahan," ujar Dini.

Dalam RUPST itu juga pemegang saham sepakat mengangkat seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris yang akan berakhir tahun 2025. Pengecualian berlaku untuk Ongki Wanadjati Dana yang tidak bersedia meneruskan jabatannya sebagai direktur. RUPST selanjutnya setuju untuk mengangkat Ongki sebagai Komisaris Bank BTPN efektif sejak ditutupnya Rapat.

Sebelumnya, Nama Adrianus Dani Prabawa diusulkan sebagai pengganti Ongki. Namun, Dani, yang telah lulus uji kepatutan dan kelayakan Otoritas Jasa Keuangan, meninggal pada tanggal 25 Maret 2022. Kaoru Furuya pun ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama sampai dengan Bank BTPN mengangkat Direktur Utama secepat-cepatnya pada RUPS Luar Biasa tahun 2022 atau selambat-lambatnya pada RUPST tahun 2023.

Dini menambahkan, Bank BTPN menyiapkan strategi bisnis perseroan antara lain, adalah meningkatkan current account savings account (CASA) dan pendapatan dari biaya dan komisi, serta transaksi mata uang asing, dengan mengembangkan proposisi nilai pelanggan, kapabilitas, produk, dan layanan.

"Bank BTPN juga akan menerapkan keunggulan operasional melalui digitalisasi dan terus membangun kapabilitas keamanan digital. Selain itu perbaikan rasio biaya terhadap pendapatan, serta penguatan sumber daya manusia, manajemen risiko, kepatuhan dan tata kelola yang baik, juga menjadi prioritas Bank BTPN pada tahun 2022," ungkap Dini.



Simak Video "Petani & Tukang Bangunan Bobol Tabungan 14 Orang hingga Rp 2 M"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)