Pasar Masih Labil, IHSG Naik 10 Poin

Pasar Masih Labil, IHSG Naik 10 Poin

- detikFinance
Senin, 29 Mei 2006 16:40 WIB
Jakarta - Pasar saham masih terus menunjukkan volatilitas yang tinggi pada awal pekan ini. Meski sempat menguat hingga 28 poin lebih, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan sore mulai melambat penguatannya.IHSG pada penutupan Senin (29/5/2006), hanya naik 10,737 poin (0,81%) pada level 1.333,884. Investor terlihat masih belum nyaman bermain di saham karena bursa global yang masih labil. Indeks LQ-45 naik 3,591 (1,23%) poin pada level 295,467 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 5,200 poin pada level 239,290.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 19.028 kali, pada volume 1,749 miliar unit saham, senilai Rp 2,176 triliun.Dari jumlah saham yang aktif diperdagangkan, sebanyak 75 saham naik, 39 saham turun dan 61 saham stagnan.Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 500 menjadi Rp 22.800, Telkom (TLKM) naik Rp 250 menjadi Rp 7.350 dan Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 150 menjadi Rp 11.950.Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Bank Rakyat Indoneia (BBRI) turun Rp 225 menjadi Rp 3.950, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 150 menjadi Rp 6.550 dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 100 menjadi Rp 9.800, Analis dari Yulie Securindo, Hendra Bujang mengakui, saat ini pasar saham belum stabil. Faktor bursa regional masih cenderung negatif karena menunggu data ekonomi dari AS dan kenaikan The Fed yang akan keluar Juni nanti.Hendra memperkirakan, pasar saham baru akan kembali positif sekitar Juli sampai Agutus. Sedangkan pada bulan Mei dan Juni masih sangat volatil. Kenaikan IHSG ini juga mengikuti positifnya rupiah. Sedangkan faktor internal karena investor menunggu RUPS dari saham blue chip seperti Antam dan BRI. "Tapi pembagian dividen tidak begitu berpengaruh bagi investor karena jumlahnya kalah dibanding capital gain dan capital loss," ungkap Hendra. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads