BAT Indonesia Perluas Produksi Rokok Putih

BAT Indonesia Perluas Produksi Rokok Putih

- detikFinance
Selasa, 30 Mei 2006 11:59 WIB
Jakarta - Pemintaan rokok putih yang terus meningkat, direspons oleh perusahaan rokok asal AS, PT BAT Indonesia Tbk (BATI), dengan memperluas basis produksi rokok jenis ini.BATI memutuskan untuk mengubah bisnis utama anak usahanya yakni PT BAT Kareb (BATK), yang semula hanya di bidang industri pengeringan tembakau menjadi produsen rokok putih.Rencana tersebut akan dimintakan persetujuan kepada pemegang saham dalam RUPSLB pada 21 Juni 2006. Demikian penjelasan Sekretaris Perusahaan BATI, Indrawati Soewito dalam suratnya kepada Bursa Efek Jakarta (BEJ), Selasa (30/5/2006).Industri pengeringan tembakau BAT Kareb berlokasi di Gembongan, Singopuran, Kartasura Kabupaten Sukoharjo. Dari hasil kajian yang dilakukan perusahaan penilai independen, PT Ujatek Baru, BATK memiliki potensi produksi rokok putih sebesar 590 juta (0,59 miliar) batang pada tahun 2007. Produksi ini akan meningkat menjadi 5,68 miliar batang pada tahun 2015.Untuk investasi tersebut, BATK akan mendapat fasilitas dari induk usahanya BATI berupa sewa tanah, bangunan dan mesin-mesin produksi. Mesin produksi ini memiliki kapasitas 2,5 juta batang rokok per 8 jam.Total investasi yang diperlukan adalah modal awal Rp 6 miliar, penambahan fasilitas pabrik Rp 13,2 miliar dan tambahan modal kerja Rp 4,65 miliar.Sementara profitabilitas (keuntungan) yang akan dicapai BATK selama tahun 2006-2016 berkisar antara 1,21-14,19 persen. Sedangkan akumulasi hasil usaha pada akhir tahun 2016 diperkirakan mencapai Rp 229,2 miliar.Sepanjang tahun 2005 permintaan rokok putih di Indonesia mencapai 17 miliar batang. Sedangkan pada tahun 2015 permintaannya diprediksi mencapai 22 miliar batang.Angka tersebut diperoleh dengan memperkirakan pangsa pasar rokok putih yang meningkat secara perlahan dari 7,7 persen di tahun 2005 menjadi 9,5 persen pada tahun 2015. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads