Antam Bagi Dividen Rp 150,05

Antam Bagi Dividen Rp 150,05

- detikFinance
Selasa, 30 Mei 2006 14:35 WIB
Jakarta - Perusahaan tambang BUMN, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) akan membagikan dividen Rp 150,05 per saham, yang akan dibayarkan pada 7 Juli mendatang.Total dividen tersebut sebesar Rp 286,258 miliar, yang merupakan 34 persen dari perolehan laba bersih tahun 2005 sebesar Rp 841,935 miliar.Demikian penjelasan Dirut Antam, D Aditya Sumanagara usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang berlangsung di Hotel Four Seasson, Kuningan, Jakarta, Selasa (30/5/2006). Untuk penjualan tahun ini, Antam memperkirakan dapat mencapai Rp 4,5-5 triliun dibanding tahun 2005 yang sebesar Rp 3,2 triliun. Kenaikan penjualan ini karena harga nikel saat ini dianggap cukup bagus di kisaran US$ 7 per ton. "Sales growth tergantung harga nikel, kalau harga seperti ini bisa mencapai Rp 4,5-5 triliun. Kecenderungan harga nikel sampai 2010 juga akan tetap baik walaupun sedikit menurun," ujar Aditya.Tahun depan Antam menargetkan produksi mencapai 25 ribu ton nikel per tahun, dengan terpasangnya kapasitas maksimum di Feni I,II dan III.Feni IVAntam juga berencana membangun pabrik Feni IV dengan kapasitas 30 ribu ton per tahun yang direncanakan sudah bisa beroperasi tahun 2011."Tahun ini target produksi 19 ribu ton karena pabrik Feni II masih dalam tahap commissioning, tapi kapasitas pabrik telah mencapai 25 ribu ton, dan tahun depan target produksi bisa maksimal 25 ribu ton," kata Sekretaris Perusahaan Antam, Ashur Wasif.Untuk pembangunan Feni IV, saat ini Antam masih melakukan tahap pra feasibility study. Investasi yang dibutuhkan diperkirakan Rp 650 miliar. Sumber dana sebesar 30-35 persen berasal dari internal dan sianya dari mitra strategis.Antam juga telah menandatangani perjanjian MoU dengan investor Korea, Posco, yang merupakan produsen stainless steel terbesar di Korea. "Pembangunannya kemungkinan di dekat sumber daya nikel atau sumber energi, kalau menggunakan tenaga air kemungkinan pasti di Indonesia Timur," jelas Aditya. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads