Harga Saham Bukopin Diperkirakan Rp 800-1.000

Harga Saham Bukopin Diperkirakan Rp 800-1.000

- detikFinance
Rabu, 31 Mei 2006 17:17 WIB
Jakarta - Harga penawaran IPO saham Bank Bukopin diperkirakan di kisaran Rp 800 sampai Rp 1.000 per saham. Saham ini rencananya akan dicatatkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada 10 Juli mendatang.Saham yang ditawarkan ke publik mencapai 32 persen atau 2.049.144.500 unit dengan nilai nominal Rp 100 per saham."Harga saham sekitar Rp 800-1.000 per saham," kata pelaku pasar yang mengetahui proses IPO ini. Namun Dirut Bank Bukopin Glen Genardi dalam media gathering di Gedung BEJ, Rabu (31/5/2006), belum bersedia menjelaskan kisaran harga penawaran saham tersebut.Menurut Glen, dana dari hasil IPO sekitar 70 persen untuk pengembangan kredit dan penjualan produk-produk keuangan kepada nasabah. Sebesar 15 persen untuk perluasan jaringan kerja termasuk pembukaan kantor-kantor cabang-cabang pembantu, kantor kas dan payment points. Sebanyak 10 persen akan digunakan untuk meng-up grade sistem teknologi informasi dan 5 persen sisanya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.Bukopin akan melakukan masa penawaran awal (book building) pada 23 Mei-16 Juni. Perkiraan keluarnya pernyataan efektif dari Bapepam 27 Juni dengan masa penawaran 3-5 Juli. Bertindak sebagai penjamin emisi adalah PT ABN Amro Asia Securities Indonesia, PT Bahana Securities dan PT Indo Premier Securities.Bank BUMN ini akan menggunakan laporan keuangan tahun 2005 untuk IPO tersebut. Laba bersih perseroan tahun 2005 sebesar Rp 257 miliar atau naik 22,4 persen dibanding 2004 yang sebesar Rp 210 miliar.Untuk tahun 2006, Bukopin menargetkan pertumbuhan kredit naik 15 persen dibanding tahun lalu. Sampai akhir tahun 2005, total outstanding kredit sebesar Rp 13,516 triliun.Dampak GempaMengenai gempa di Yogyakarta, menurut Glen, kantor Bukopin di wilayah itu tidak mengalami kerusakan. Hanya fasilitas ATM yang sempat tidak berfungsi karena masalah listrik dan sinyal komunikasi.Bukopin juga sedang melakukan inventarisasi debitor korban gempa. "Dampak langsung ke debitor tidak besar tapi dampak tidak langsung seperti kehilangan pasar karena tidak bisa jualan," ujar Glen. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads