ADVERTISEMENT

Profil Perusahaan Tambang Hary Tanoe yang Temukan 'Harta Karun' Baru

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 10 Mei 2022 14:45 WIB
A miner uses a hammer to crush rocks with ore at Tierra Amarilla town, near Copiapo city, north of Santiago, Chile, December 16, 2015. As copper prices have slid to a more than six-year low, miners laboring away at the countless smaller mines that pock mark the Atacama desert are finding the buckets of ore they spend all day digging from the ground are fetching less and less money.   Picture taken December 16, 2015. REUTERS/Ivan Alvarado
Foto: REUTERS/Ivan Alvarado
Jakarta -

Laporan Komite Cadangan Mineral Indonesia (KCMI) atas salah satu Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Arthaco Prima Energy (APE) menemukan cadangan tambang baru. APE sendiri belum lama diakuisisi oleh salah satu perusahaan milik Hary Tanoesoedibjo yaitu PT MNC Energy Investments Tbk (IATA).

Cadangan tambang baru itu jumlahnya sebesar 20,58 juta metrik ton (MT) dengan GAR 3.250 kg/kcal pada pengeboran Tahap 1 di lahan seluas 380 Ha, dari total area cadangan saat ini 2.059 Ha.

Perusahaan tambang milik Hary Tanoe ini dulunya adalah perusahaan maskapai penerbangan yang bernama PT Indonesia Air Transport Tbk (IATA). Kemudian pada Februari lalu, perseroan membeli saham PT Bhakti Coal Resources (BCR) dari PT MNC Investama Tbk sebanyak 99,33%.

Dikutip dari keterbukaan informasi BEI pembelian 99,33% saham Bhakti Coal Resources dari MNC Investama yang pembayaran dilakukan oleh Perseroan kepada PT MNC Investama Tbk melalui penerbitan Surat Sanggup.

Disebutkan juga, transaksi tersebut telah mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan tanggal 10 Februari 2022. Pengambilalihan saham ini dinilai akan memberikan dampak positif bagi perseroan.

"Pengambilalihan PT Bhakti Coal Resources dari PT MNC Investama Tbk dapat memberikan manfaat dan dampak positif bagi Perseroan dengan mempertimbangkan bahwa setelah pengambilalihan, PT Bhakti Coal Resources memberikan keuntungan lebih bagi investasi yang dilakukan oleh Perseroan," jelasnya.

Selain itu, perseroan juga telah resmi melaporkan perubahan kegiatan operasinya dari sebelumnya bergerak di sektor udara jadi sektor pertambangan kepada BEI.

"Perseroan yang sebelumnya bergerak di bidang usaha pengangkutan udara niaga dan jasa, selanjutnya Perseroan melakukan perubahan kegiatan usaha utama Perseroan dengan memfokuskan kegiatan pada bidang investasi dan perusahaan induk," tulis perseroan.

Perusahaan ini didirikan pada 1968 dengan nama PT Indonesia Transport & Infrastructure. Sebelumnya bergerak di bidang usaha pengangkutan udara niaga.



Simak Video "Cerita Anang Hermansyah Bertemu Hary Tanoesoedibjo Bahas Token ASIX"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT