Masih Tumbang, IHSG Sore Ini Turun 1,3% ke 6.819

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Selasa, 10 Mei 2022 16:36 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
IHSG Masih Tumbang Sore Ini/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hari ini masih tumbang. Hingga perdagangan ditutup sore ini, IHSG masih anjlok meski tak sedalam perdagangan kemarin.

IHSG turun drastis hingga hampir 3% di pembukaan perdagangan hari ini. IHSG terus berada di zona merah hingga penutupan perdagangan.

Mengutip data RTI, Selasa (10/5/2022), IHSG turun 162 poin atau 2,35% ke level 6.747. Indeks LQ45 juga ikut turun 35 poin atau 3,42% ke level 990.

Pada pukul 09.05 JATS, IHSG terus merosot dengan turun 205 poin atau 2,98% ke level 6.703. Indeks LQ45 juga ikut turun 29 poin atau 2,92% ke level 996.

Hingga perdagangan berakhir, IHSG masih anjlok dengan turun 89 poin atau 1,3% ke level 6.819. Indeks LQ45 juga ikut turun 4 poin atau 0,47% ke level 1.021.

Di sisi lain, berdasarkan riset Artha Sekuritas IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal candlestick membentuk long black body dengan volume tinggi mengindikasikan trend bearish yang sangat kuat. Pergerakan masih akan dibayangi kekhawatiran akan inflasi global yang tidak terbendung dan juga menyebabkan ketidakpastian di pasar saham. Di sisi lain saat ini pasar saham mulai memasuki periode rilis kinerja emiten per 1Q22.

Sementara IHSG hari ini dibuka melemah, Bursa Amerika Serikat ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 32,245.70 (-1.99%), NASDAQ ditutup 11,623.25 (-4.29%), S&P 500 ditutup 3,991.24 (-3.20%).

Indeks utama Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Senin dipicu aksi jual yang dipimpin oleh saham-saham pertumbuhan karena investor semakin khawatir akan kenaikan suku bunga. Investor khawatir tentang seberapa agresif Federal Reserve perlu menjinakkan inflasi.

Bank sentral AS pekan lalu menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin. Yield US Treasury bertenor 10 tahun mencapai level tertinggi sejak November 2018 di awal sesi. Investor juga khawatir tentang perlambatan ekonomi di China menyusul meningkatnya kasus virus corona baru-baru ini.

Artha Sekuritas Portfolio

PWON (SELL), TLKM (SELL), KLBF (SELL)

MEDC, PGAS, BNGA, TMAS

Itulah data IHSG sore hari ini.



Simak Video "Blak-blakan M. Chairul Basyar: Kripto Itu Menjanjikan dan Masih Digandrungi"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)