IHSG Masih 'Linglung' Pagi Ini, dari Hijau Mendadak Merah

Fadhly Fauzi - detikFinance
Rabu, 11 Mei 2022 09:16 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
IHSG Hari Ini/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hari ini dibuka dua arah. Setelah sempat tumbang sejak awal pekan lalu, IHSG hari ini sempat menguat di pra perdagangan, namun tak lama langsung terjun ke zona merah.

Mengutip data RTI, Rabu (11/5/2022), pada pra perdagangan IHSG menguat 13 poin atau 0,2% ke level 6.833. Indeks LQ45 juga ikut naik 3 poin atau 0,31% ke level 1.024.

Saat perdagangan dibuka pukul 09.00 JATS, IHSG mendadak turun ke zona merah. IHSG turun 10 poin atau 0,16% ke level 6.808. Indeks LQ45 masih hijau dengan naik 4 poin atau 0,4% ke level 1.025.

Di sisi lain, berdasarkan riset Artha Sekuritas IHSG diprediksi Menguat. Secara teknikal candlestick membentuk hanging man pada area support mengindikasikan potensi rebound.

Penguatan akan didukung aksi bargain hunting dimana saham-saham berkapitalisasi besar sudah menyentuh level oversold. Di sisi lain saat ini pasar saham mulai memasuki periode rilis kinerja emiten per 1Q22.

Sementara IHSG hari ini dibuka melemah,Bursa Amerika Serikat ditutup Bercampur. Dow Jones ditutup 32,160.74 (-0.26%), NASDAQ ditutup 11,737.67 (+0.98%), S&P 500 ditutup 4,001.05 (+0.25%).

Bursa saham Wall Street ditutup bercampur dengan dua dari tiga indeks mengalami pelemahan. Saham sektor perbankan jatuh seiring dengan koreksi pada imbal hasil US Treasury. Tercatat, imbal hasil US Treasury tenor acuan 10-tahun turun dari level tertinggi lebih dari tiga tahun dan kembali berada di bawah 3%.

Saham teknologi juga masih ditekan aksi jual dikarenakan pertumbuhan dan arus kas masa depan yang dikhawatirkan akan buruk karena dampak inflasi. Presiden AS Joe Biden dalam pidatonya pada hari Selasa, yang membahas inflasi tinggi, mengatakan dia sedang mempertimbangkan untuk menghapus tarif era Trump di China sebagai cara untuk menurunkan harga barang di AS.

Artha Sekuritas Portfolio

MEDC (spec BUY), PGAS (spec BUY), INDF (BUY)

BNGA, KLBF, WIIM, HMSP, KLBF

Itulah data IHSG pagi hari ini.

Simak juga Video: GoTo Akan IPO, Ini Kata Analis

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)