Bakrie Sumatera Akan Terbitkan Obligasi US$ 125 Juta
Kamis, 01 Jun 2006 18:05 WIB
Jakarta - Perusahaan perkebunan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk akan menerbitkan obligasi sebesar US$ 125 juta. Kemungkinan obligasi tersebut itu akan diterbitkan kuartal ketiga 2006 atau kuartal pertama 2007.Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Bakrie Sumatra Plantations Ambono Juniarto dalam konferensi pers di Hotel Ritz Carlton, Kamis (1/6/2006)."Kita tunggu waktu yang tepat. Biasanya pada September jarang ada emiten yang menerbitkan obligasi, sehingga lebih tepat untuk menerbitkan obligasi. Tapi kalau persiapannya tidak selesai September kemungkinan diterbitkan kuartal pertama 2007," kata Ambono.Ambono menambahkan, dana dari penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk membiayai rencana ekspansi usaha perseroan melalui pengembangan lahan seluas 100 ribu hektar dalam jangka waktu 7 tahun. Dikatakan juga, pengembangan ini kemungkinan besar dilakukan melalui akusisi perusahaan sejenis daripada membuka lahan baru karena lebih murah.Untuk tahun ini perseroan berencana membuka lahan baru seluas 10 ribu hektar yang terletak di Jambi dan Kalimantan Tengah. Pengembangan lahan perseroan ini untuk menunjang usaha perseroan kedepannya di bidang bio diesel.Perseroan rencananya akan mendirikan pabrik bio diesel dengan kapasitas 60-100 ribu ton per tahun dengan total investasi US$ 250 juta dan akan beroperasi tahun 2008. Pabrik tersebut rencananya akan di bangun di Jambi, Batam atau di pulau Jawa."Kalau di Jambi dekat dengan bahan baku, di Batam mudah jika ingin ekspor, atau di Jawa dekat dengan konsumen, tapi masih dikaji," kata Direktur Pengembangan Bisnis BAkrie Sumatra M Iqbal Zainuddin. Dalam RUPS hari ini juga disetujui pembagian deviden sebesar Rp 9 per saham atau 19 persen dari perolehan laba bersih 2005 yang mencapai Rp 115,7 miliar. Sisa dari laba tersebut akan digunakan untuk menambah modal perseroan.Dia menambahkan untuk tahun ini ditargetkan pendapatan perseroan mencapai Rp 1 triliun atau tumbuh 15 persen dibandingkan 2005. Sedangkan belanja modal ditargetkan sekitar US$ 20 juta.
(qom/)











































