Stafsus Erick Bela Telkom (Lagi) Soal Investasi GoTo: Jangan Mudah Bilang Untung-Rugi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 19 Mei 2022 12:13 WIB
Arya Sinulingga (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Foto: Arya Sinulingga (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta -

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga kembali bicara soal investasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usahanya Telkomsel ke PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Investasi ini menjadi sorotan karena Telkom kemudian mencatat kerugian yang belum terealisasi atau unrealized loss sebesar Rp 811 miliar.

Arya menuturkan, Telkom saat ini berbalik untung yang belum terealisasi. Hal ini sejalan pergerakan saham GoTo yang melesat siang ini.

Berdasarkan data RTI, saham GoTo bertengger di level Rp 280 per saham. Harga ini naik 12,90%.

"Nah, jadi kemarin kan rugi katanya, sekarang untung, lalu gimana? Ini menunjukkan supaya para pengamat, politik gitu ya mulailah kita belajar bisnis, belajar yang namanya market ya kan, bahwa namanya orang investasi itu, apa lagi investasinya jangka panjang yang dilihat bukan hanya sekadar naik turun saham," katanya kepada media, Kamis (19/5/2022).

Menurutnya, yang harus dilihat adalah bisnis yang dibangun atau dimasuki oleh Telkomsel yakni ekosistem digital.

"Jadi jangan bilang rugi atau untung kalau sudah saham, bahaya kita, ini pembelajaran bagi semua lah, jangan sangat mudah mengatakan untung rugi-untung rugi kalau hanya melihat saham," terangnya.

"Apalagi Telkomsel bukan trading saham tapi memang berinvestasi di sana. Nah sudah untung nih, yang kemarin teriak-teriak rugi mana dong, kan lucu ya," tambahnya.

Patut diketahui, meski saham GoTo berada di zona hijau, tapi harga saham itu masih di bawah harga IPO yakni Rp 338 per saham. Telkomsel sendiri masuk ke GoTo sebelum perusahaan hasil merger ini IPO.

Lihat juga video 'GoTo Masuk di BEI, Airlangga Prediksi Kapitalisasi Lebih 2% PDB':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/dna)