Kacau Sih Ini! Harta Elon Musk Melayang Rp 718 T Gegara Twitter

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Senin, 23 Mei 2022 08:50 WIB
FILE - Tesla CEO Elon Musk attends the opening of the Tesla factory Berlin Brandenburg in Gruenheide, Germany on March 22, 2022. Musk says his deal to buy Twitter can’t ‘move forward’ unless the company shows public proof that less than 5% of the accounts on the platform are fake or spam. Musk made the comment in a reply to another user on Twitter early Tuesday, May 17, 2022. (Patrick Pleul/Pool Photo via AP, File)
Foto: AP/Patrick Pleul
Jakarta -

Harga saham Tesla merosot ke level terendah tahun ini, membuat Elon Musk kehilangan US$12,3 miliar (setara dengan Rp 180 triliun) dari total kekayaannya.

Disisi lain, Twitter memperparah penurunannya. Musk telah kehilangan US$ 49 miliar atau setara dengan Rp 718 triliun sejak meluncurkan tawarannya untuk membeli Twitter bulan lalu. Sebagian karena bursa saham secara umum memang tengah terpuruk dan karena beberapa investor di Tesla semakin khawatir tentang bagaimana dia mendanai tawarannya untuk raksasa media sosial tersebut, dilansir dari Bloomberg, Kamis (19/05/2022).

Pada Kamis (19/5/2022), Fortune mencatat bahwa penurunan saham Tesla terjadi bersamaan dengan kejatuhan bursa saham yang lebih dalam, yang membuat S&P 500 turun 4% sepanjang hari. Tetapi perusahaan pembuat kendaraan listrik itu juga menghadapi kondisi yang unik. Tesla dikeluarkan dari S&P Sustainability ESG Indeks karena sebagian klaim diskriminasi rasial dan kondisi kerja yang buruk di pabriknya, di California.

Jika langkah Musk membeli Twitter jadi faktor pertama yang memicu kejatuhan harga saham Tesla, faktor kedua yang bikin harga saham Tesla makin makin rontok juga masih berkaitan dengan Twitter.

Sejak mengajukan penawaran senilai US$ 44 miliar untuk membeli Twitter, Musk semakin vokal di media sosial itu.

Dia men-tweet bahwa ESG adalah "scam" setelah Tesla kehilangan posisinya di S&P Global Indexs. Dia juga memperkirakan bahwa serangan politik terhadapnya akan meningkat secara dramatis dalam beberapa bulan mendatang, dilansir dari Bloomberg.

Dalam tweet terpisah, Musk mengatakan bahwa dirinya mendukung Demokrat di masa lalu karena mereka (kebanyakan) adalah partai kebaikan, tetapi sekarang ia telah berubah pikiran.

"Mereka telah menjadi partai perpecahan & kebencian, jadi saya tidak bisa lagi mendukung mereka dan akan memilih Republik," ujar Musk.

Elon Musk menghabiskan hari Rabu (18/05/2022) di Twitter Inc., mengumumkan peralihan politiknya dari Demokrat ke Republik, menghina ESG, dan membalas beberapa pengguna situs web media sosial yang dia setujui untuk dibeli.

Meski telah kehilangan miliaran dollar, Elon Musk tetap menjadi orang terkaya di dunia, dengan kekayaan US$209,9 miliar menurut Bloomberg Billionaires Index. Dia telah kehilangan US$60,4 miliar dari kekayaannya tahun ini, hanya tertinggal sedikit di belakang Changpeng Zhao CEO Binance, yang turun US$81 miliar, dan Jeff Bezos yang turun sebesar US$62 miliar.

(dna/dna)